Kualitas Anakan Kenari Bukan Hanya Karena Pejantan Juara Saja (Kenari Bali)

Sering terjadi pemahaman yang salah dalam beternak kenari, bahwa dengan bibit yang unggul dan baik, serta ditambah sederet prestasi mentereng dari beberapa ajang lomba, tentunya otomatis akan memiliki keturunan kenari yang akan menjadi juara juga. Padahal segala sesuatunya dalam beternak kenari tidak akan semudah dan sederhana itu. Banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya :

  1. Kualitas Indukan Kenari

Kualitas indukan memang menjadi salah satu faktor penentu baik buruknya bibit kenari yang akan dihasilkan.  Tetapi dalam hal ini bukan hanya sekedar bagaimana deretan juara yang pernah diraih saja, ada hal lain yang perlu diperhatikan, misalnya; Apakah fisik kedua indukan baik artinya tidak memiliki cacat fisik, dan dalam kondisi fit. Hal ini untuk menghindari apabila indukan membawa gen yang cacat, akan berimbas pada keturunannya yang cacat pula. Suaranya merdu, panjang, atau memang sesuai dengan selera kita. Nah salah satunya juga bila indukan punya prestasi yang bagus, diharapkan juga anakan akan memiliki genetik yang baik pula. (Bukan berarti kita harus berburu anakan kenari yang sudah menjadi juara untuk mendapatkan anakan dengan kualitas yang baik, karena harganya pasti akan menjulang ke langit).

  1. Perawatan

Kenari memiliki ketahanan yang baik dalam segala cuaca, termasuk di Indonesia, meskipun secara aslinya nenek moyang kenari tinggal di kawasan yang subtropis, tetapi menurut pengalaman saya kenari memang memiliki daya tahan tubuh dan adaptasi lingkungan yang lebih baik dari burung-burung peliharaan lainnya.

Kenari baik dan buruknya tergantung bagaimana kita merawatnya, ungkapan ini  bisa jadi benar dan bisa jadi salah.  Pertama kita harus yakin dulu memiliki kenari bakalan yang baik, dari bentuk fisiknya sehat, simetris, bulunya tumbuh dengan baik dan normal.  Dan kita harus yakinkan juga bahwa ketika masih piyik (baru menetas) kepada indukan kita berikan asupan makanan yang baik dalam hal nutrisi dan hal variasi.  Sehingga perkembangannya akan menjadi lebih optimal.

Setelah itu kita mulai pilah mana yang jantan dan mana yang betina dalam sangkar berbeda, hal ini bertujuan agar kenari muda tidak saling serang dan berebut makanan, karena kenari muda memiliki karakter tidak mau diganggu kenari lain saat sedang makan.

Kemudian berikan makanan yang berkualitas baik, serta memiliki variasi yang baik pula. Jadi jangan hanya sekedar bijian dan telur saja, perlu ada variasi makanan dari Kenari peliharaan kita, misalnya dipadukan dengan apel, pepaya, sayuran sawi putih, sayur hijau, pakuan, bayam, dan lainnya, bahkan apabila perlu diberikan kroto secukupnya, semiggu dua kali.  Hal ini tentunya bisa menjadi pelengkap asupan nutrisi yang diperlukan oleh Kenari untuk tumbuh secara optimal.  Perlu diperhatkan juga tentang bagaimana seharusnya kita tidak membedakan kenari jantan dan betina dalam pola perawatan. Kadang kita begitu berlebihan dalam memberikan makanan kepada kenari jantan, sementara kenari betina dibiarkan dalam kondisi kurus tak terawat dan akhirnya banyak yang mati. Ini tentunya sangat memprihatinkan.  Kita hanya akan mendapatkan bibit yang baik dan berkualitas apabila Indukan Jantan dan Indukan Betina dalam kondisi sehat dan juga berkualitas tentunya. Jadi apabila kita mampu melakukan perawatan yang baik pada bakalan, tentunya kita juga bisa mendapatkan nyanyian riang yang indah dan melengking dari kenari kesayangan kita dan tentu saja bisa

Jadi ketika kita ingin menghasilkan atau memproduksi kenari berkualitas, bukan hanya karena kualitas dari Indukan, tapi juga karena kemampuan kita untuk merawatnya. (Setya Budhi)

2 thoughts on “Kualitas Anakan Kenari Bukan Hanya Karena Pejantan Juara Saja (Kenari Bali)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s