Perubahan Genetik pada Burung Kenari (Kenari Bali Info)

Kenari Liar (Serinus Canarius) berwarna keabu-abuan, yang merupakan campuran kombinasi dari warna hitam dan coklat pada warna dasar kuning. Campuran tiga warna tersebut menghasilkan warna keabu-abuan. Jenis campuran warna ini diturun pada kenari liar pada
anakannya secara terus menerus dari generasi ke generasi tampa ada perubahan.

Namun demikian penyimpangan genetika bisa terjadi pada keturunannya disebut Mutasi Gen. Akhir-akhir ini baru diketahui bahwa penyebab mutasi gen tersebut disebabkan oleh pengaruh zat kimia dan juga radio aktiv. Beberapa ilmuwan telah mempraktekan dengan menggunakan zat kimia dan sinar X untuk menghasil mutan-mutan baru pada binatang dan juga untuk
pencarian bibit unggul pada tanaman.

Sebenarnya mutasi pada Kenari sering terjadi, tapi karena perubahannya hanya sedikit dan tidak meny

warna isabel

olok maka perubahan tersebut tidak terlalu diperhatikan. Penggemar Kenari mulai dikejutakan dengan masalah permutasian ini ketika muncul untuk pertamakalinya jenis Kenari Kuning. Warna Kenari kuning merupakan mutasi yang mana warna coklat dan hitam menghilang (Ini tidak disebutkan terjadi pada tahun berapa).
Perubahan warna pada kenari ini dalam istilah umum disebut “Albino” dimana hanya satu warna yang muncul, kekurangan figment. Jika sebaliknya hanya satu unsur warna yang menghilang maka disebut “Isabel” (kombinasi dari dua warna.??, UjangT).

Jenis Warna: Resesive dan Dominan. Dominan adalah warna yang muncul dan sebaliknya warna tidak muncul disebut Resesive. Pada alam bebas Kenari, warna asli merupakan Dominan dari warna hasil mutasi. Jadi warna abu-abu akan selalu dominan dari warna kuning. Jika kenari abu-abu dikawinkan dengan kenari kuning maka anakannya akan menghasilkan anakan yang abu-abu. (Tapi masalah ini berbeda dengan di Indonesia, karena warna abu-abu kita bukan yang murni, ini merupakan hasil mutasi/silangan dari campuran warna lainnya).

Dominan merupakan warna yg terlihat pada bulu, dan warna Resesive akan tertutup oleh warna dominan. Namun demikian burung tetap masih membawa warna turunannya tersebut, hanya tidak terlihat atau tidak muncul pada permukaan bulu. Sebagai contoh hasil silang abu denga kuning akan menghasilkan anakan abu. Namun begitu tetap sianakan abu masih dapat
menghasilkan turunan berwarna kuning. Karena dia membawa figment kuning yang tersembunyi dari ibunya, yg dapat diturunkan pada anakan berikutnya.

Sifat warna: Homozygot & Heterozygot.
Homozygot hanya akan menghasilkan satu warna aslinya. Kenari liar asli (serinus canarius) disebut sebagai homozygot, yg hanya memiliki satu warna abu. Dimana semua anakan akan diturunkan dengan warna abu, tidak mungkin ada warna lain selain warna abu. Kenari kuning juga merupakan homozigot, karena anakan yg dihasilkan akan selalu berwarna kuning. Hasil
perkawinan Kenari abu dengan Kenari kuning akan menghasilkan turunan yg abu, namun turunannya itu memeliki warna kuning yg tersembunyi. Warna abu yang menutupi warna kuning ini disebut Heterozygot, karena anakannya akan mengeluarkan warna abu dan kuning.

Sangat jarang peternak yg dapat menghasilkan jenis homozygot, kecuali peternak tersebut telah menyeleksi dan mencatat turunannya dari beberapa generasi. Jadi untuk menghasilkan satu kenari yang dapat menghasilkan satu warna yg tetap dibutuhkan usaha yg cukup lama.
Berbeda dengan heterozygot yang warna hasil anakanya hanya dapat dikira-kira saja, tidak pasti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s