Berkreasi, Mencetak Kenari Varietas Baru (Kenari Bali)

Sifat resesif, dominan maupun intermediate yang meliputi kualitas suara, mental, ukuran tubuh dan warna masing-masing harus dipelajari melalui ujicoba dan pengamatan, karena masing-masing unsur dan sifat dari gen individu yang kita gunakan untuk ternak tidak bisa kita tebak tanpa kita coba.

Kualitas suara – pada kualitas suara dalam menyilangkan kenari dengan sesama jenis kenari berlainan jenis, maupun dengan serin lainnya maupun dengan finch umumnya akan menghasilkan berbagai variasi walaupun dari pasangan yang sama, ada yang cenderung ke kenari, ke pasangannya (kenari jenis lain / serinus / finch) dan ada pula yang campuran (intermediate) sehingga terbentuk tampilan suara baru. Begitupula dengan bentuk dan ukuran tubuh akan sangat bervariasi dan hasilnya belum bisa dipastikan pada F1 ini.

Jika kita ingin mencetak kenari varietas baru yang tentunya harus mempunyai keunggulan, maka pertama-tama harus kita tetapkan jenis kenari yang kita gunakan sebagai salah satu dari induk adalah kenari jenis holland yang sudah terkenal kualitas suaranya dan kemampuan mimikrinya. Untuk silangannya kita boleh pilih jenis serin lain atau finch lainnya tetapi harus yang memiliki kelebihan, baik itu gaya bernyanyi, kemampuan bernyanyi, warna dan sebagainya.

Sebagai contoh lawan jenis untuk menyilangkan kenari holland dengan jenis lain adalah serin (blackthroat, edel sanger, mozambique, kenari melayu), finch (zebra finch, gouldmadine, burung gereja dll).

Hasil penyilangan ini akan menghasilkan jenis campuran F1, dimana jika kita kawinkan sesama F1 ini kemungkinan sulit untuk menurunkan keturunan, tetapi harus kita kawinkan F1 ini balik dengan kenari atau serin/finch yang merupakan jenis parentalnya, yang akan menghasilkan F2.

Dalam hal ini maka F1 silangan kenari x jenis lainnya kita kawinkan dengan kenari. F1 yang dipilih ini berkelamin jantan sehingga dapat kita amati suara dan gayanya dalam berkicau atau ukuran bentuk tubuh maupun warna. Selanjutnya kita hasilkan F2, kita seleksi lagi yang terbaik dan berkelamin jantan dan kita kawinkan dengan kenari betina lagi sehingga menghasilkan F3 dan seterusnya.

Umumnya pada F3, F4 atau F5 sudah bisa dijadikan final stock varietas baru yang selanjutnya kita jadikan indukan (parent stock) jenis baru.

Teman juga mengatakan di ayam dikenal F1  (final
stock)
yaitu ayam yg telah mewarisi sifat-sifat bagus  dari
bapak,kakek dan kakek buyut dst.

Jadi sifat-sifat dominan yg bagus disilangkan terus
sehingga sifat bagus terkumpul jadi satu. Mungkin
contohnya adalah ayam broiler dan ayam petelur.

Kalo di kenari ini ada apa enggak yg model Grand
Parent Stock, Parent Stock dan Final stock ini ?
Apa kita bisa menciptakannya sendiri ?

Saya rasa istilah F1 tidak bisa digunakan untuk final stock, untuk final stock bisa kita istilahkan sebagai P1 baru yaitu parental varietas baru dan bukan filial pertama.

Syarat utama menghasilkan varietas unggul adalah memang dengan cara menyilangkan 2 jenis ternak yang mempunyai keunggulan yang berbeda. Kunci selanjutnya adalah menyeleksi individu berikutnya dari hasil silangan untuk  menyempurnakannya hingga sampai tahap final stock.

Kenari jelas mempunyai Grand parent stock dll sebelum adanya final stock seperti holland, yorkshire, border, dll. dimana awal pangkalnya adalah kenari liar yang kemudian didapatkan final stock jenis-jenis yang kita kenal pada saat ini, dan untuk membuat varietas baru, jelas sangat terbuka kesempatannya karena kenari mudah sekali disilangkan dengan jenis finch lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s