Kenari Bali

Peternak Burung Kenari di Singaraja

Merawat Telur dan Indukan Kenari saat Mengeram

24 Comments

Setiap penangkar burung, baik kicauan, burung hias, merpati, maupun burung kelangenan seperti perkutut dan derkuku, pasti menginginkan produktivitas indukan meningkat dari waktu ke waktu hingga tercapai batas optimal. Faktanya, tidak mudah mencapai sasaran tersebut, terutama akibat jumlah telur sedikit, telur infertil, embrio mati sebelum telur menetas, dan piyik mati beberapa jam atau beberapa hari setelah menetas. Yuk, kita kupas-tuntas semua persoalan ini, agar produktivitas indukan Anda bisa optimal.
Jika dipetakan, ada dua penyebab mengapa telur tidak menetas, yaitu:

  • Telur infertil (gabuk, kosong, tidak subur).
  • Telur fertil, tetapi embrio mati di dalam telur sebelum menetas.

Di sini akan dibahas dulu mengenai telur infertil, karena sering dialami para penangkar, khususnya penangkar pemula. Setelah pembahasan mengenai telur infertil, kita langsung masuk ke pembahasan mengenai faktor penyebab telur tidak menetas, meski yang ditetaskan sebenarnya merupakan telur fertil.

Mengapa telur burung bisa infertil?

Telur infertil adalah telur yang sama sekali tidak mengandung sel benih. Dalam bahasa perunggasan, sel benih disebut juga sebagai discus germinalis, yang menempel di permukaan kulit telur (yolk). Sel benih inilah yang nantinya, ketika dierami induk atau ditetaskan dalam mesin tetas, berkembang menjadi embrio, dan pada hari terakhir penetasan memiliki wujud seperti piyik.

Karena telur infertil tidak mengandung sel benih, maka ketika dierami atau ditetaskan tidak akan pernah menetas. Apabila dipecah, telur infertil yang sudah dierami ini tidak berbau busuk, karena memang tidak ada embrio piyik di dalamnya.

Banyak penangkar burung yang kecewa, karena setelah menunggu induk betina mengerami telur selama berhari-hari, telur tidak juga menetas. Mereka tidak tahu jika telur yang dierami sebenarnya infertil. Jika sebelumnya sudah tahu, tentu tidak usah repot-repot dierami, agar induk bisa kembali bertelur dan berharap semua telurnya fertil.

Karena itu, penting sekali bagi penangkar dan calon penangkar untuk mengetahui mengenai telur infertil, bagaimana melakukan peneropongan (candling) telur sejak dini, bagaimana mencegah agar telur tidak infertil, dan sebagainya.

Berikut ini lima faktor penyebab mengapa telur yang dihasilkan induk betina tidak subur atau infertil :

  1. Induk mengalami masalah nutrisi.
  2. Induk mengalami masalah fisik
  3. Induk mengalami masalah sosial
  4. Induk mengalami masalah lingkungan
  5. masalah genetik dari induk burung.

    Mengapa telur tidak menetas?

    Telur fertil memiliki harapan besar untuk menetas. Begitu dierami induknya, atau ditetaskan melalui mesin tetas, sel benih atau discus germinalis akan mengalami perkembangan pesat menjadi embrio muda.
    Jika terus bertahan, embrio ini secara bertahap akan berkembang, mulai dari pembentukan pembuluh darah, pembentukan organ dalam seperti jantung, hati, dan ginjal, pembentukan paruh, tungkai sayap, kaki, dan seterusnya.
    Kalau masih bertahan juga, maka 1-2 hari sebelum menetas, embrio ini sudah memiliki organ tubuh, sistem peredaran darah, saluran pencernaan, dan saluran pernafasan yang lengkap. Wujudnya pun hampir mirip dengan piyik ketika menetas.

    Tetapi, karena berbagai sebab, tidak semua telur fertil menetas. Apabila dipetakan, kegagalan dalam penetasan telur burung bisa disebabkan dua faktor, yaitu telur yang ditetaskan memang infertil, atau telur fertil yang embrionya mati sebelum menetas.
    Mengenai telur infertil sudah dijelaskan panjang lebar di bagian atas, sehingga pembahasan kali ini hanya mengenai telur yang tidak menetas akibat kematian embrio di dalam telur.
    Kematian embrio di dalam telur umumnya terjadi dalam periode awal penetasan dan periode akhir penetasan, dengan rincian sebagai berikut :
    1. Periode awal penetasan

  6. Periode ini mencakup 3 hari pertama sejak telur dierami atau ditetaskan.
  7. Pada periode ini diperlukan konsistensi suhu pengeraman, agar sel benih (discus germinalis) bisa berkembang menjadi embrio.

2. Periode akhir penetasan

  • Periode ini mencakup 3 hari terakhir sebelum piyik menetas.
  • Periode ini juga membutuhkan kestabilan suhu pengeraman / penetasan.

Di luar kedua periode tersebut, embrio juga bisa mengalami kematian pada separo masa penetasan atau pengeraman. Detailnya nanti akan dijelaskan pada beberapa sebab telur tidak menetas akibat kematian embrio di dalam telur.

Embrio mati di dalam telur.(foto: avianweb.com)

Sebagaimana telur infertil, kondisi embrio di dalam telur pun bisa dilihat melalui peneropongan telur (candling). Silakan periksa lagi Cara mengintip telur.
Om Kicau sangat menganjurkan candling, baik untuk telur infertil maupun telur yang embrionya mati di dalam telur. Jika sejak awal sudah mengetahui telur infertil, Anda bisa segera mengambilnya, dan bisa digoreng (tetap nikmat lho..). Hal ini berlaku untuk penetasan alami maupun menggunakan mesin tetas.
Lebih penting lagi untuk mengeluarkan telur yang embrionya mati di dalam telur. Sebab cairan di dalam telur ini membusuk, menghasilkan gas ammonia, yang kalau terlalu berlebihan tidak baik untuk perkembangan embrio-embrio lain yang masih hidup. Hal ini juga berlaku untuk penetasan alami maupun menggunakan mesin tetas.
Beberapa penyebab utama kematian embrio
1. Embrio kekurangan nutrisi
Induk burung, terutama burung betina, bisa saja mengalami kekurangan nutrisi pada salah satu atau beberapa jenis nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, vitamin, dan mineral. Tetapi malnutrisi yang paling berpengaruh terhadap penetasan telur justru vitamin dan mineral.
Hampir semua defisiensi vitamin berpotensi menyebabkan kegagalan penetasan. Sedangkan jenis mineral yang cukup berpengaruh terhadap penetasan telur adalah mangaan (Mn), seng (Zn), yodium (I), dan zat besi (Fe).
Untuk mengetahui detail dampak kekurangan vitamin terhadap perkembangan embrio dalam telur,
2. Induk betina sering meninggalkan sarang
Sebelumnya sudah dijelaskan, bahwa periode awal dan periode akhir penetasan / pengeraman telur membutuhkan konsistensi suhu dan pengeraman. Apabila menggunakan mesin tetas, apalagi mesin tetas otomatis, hal ini mungkin tak menjadi masalah.
Tetapi pada penetasan alami, atau telur dierami induknya, ada beberapa problem yang kerap terjadi, sehingga telur tidak mendapat suhu yang stabil pada kedua periode kritis tersebut. Problem yang sering muncul adalah induk betina sering meninggalkan telur, sehingga kemungkinan menetas makin kecil.
Penyebab utama induk betina sering meninggalkan sarang adalah karena banyak kutu / tungau yang menempel pada bahan sarang, bahkan pada bulu-bulu dan permukaan kulit induk betina. Terkadang induk tak sekadar meninggalkan sarang.
Dalam kondisi kutu sudah sangat banyak, induk betina biasanya akan stres dan merusak sarang serta telur-telur di dalamnya. Tidak mengherankan apabila sejumlah penangkar sering mengeluh mengapa induk betina membuang telurnya, atau bahkan mematuki telurnya sendiri hingga pecah.
Untuk mengetahui hal ini, Anda dapat memeriksa kondisi sarang ketika induk betina keluar sebentar untuk makan atau minum. Jangan sekali-sekali memeriksa sarang saat induk betina masih berada di dalamnya, karena hal ini juga akan membuatnya stres dan berdampak sama buruknya.
Jika benar sarang penuh kutu, maka perlu disteril dengan menggunakan dettol disemprotkan sedikit di bawah sarang, di bagian bawah sarang. Hal ini juga harus dilakukan ketika induk betina sedang keluar sarang.
Selain itu, larutkan 5 gram serbuk FreshAves ke dalam 1 liter air, diaduk hingga merata, lalu dimasukkan ke dalam sprayer. Semprot seluruh bagian kandang agar kutu, tungau, semut, nyamuk, dan parasit mati.
Air bekas semprotan yang sudah mengering ini juga akan membuat semua hewan kecil itu tidak berani memasuki kandang. Usahakan hal ini dilakukan rutin seminggu sekali, bahkan ketika induk sedang tidak berproduksi.
3. Induk betina terganggu induk jantan
Meski frekuensinya tidak terlalu sering, kasus ini beberapa kali dialami sebagian penangkar, terutama penangkarkacermurai batu, trucukan, dan beberapa jenis burung lainnya. Dalam hal ini, induk betina yang sedang mengerami telurnya, justru dirayu-rayu pasangannya untuk diajak kawin.
Kasus ini biasanya disebabkan induk jantan mengalami over birahi (OB). Penyebabnya adalah porsi extra fooding(EF) terlalu berlebihan. Induk betina yang terus diganggu menjadi stres, dan akan meninggalkan sarang, membuang telur, atau bahkan memecahkan telur-telur yang sedang dierami. Dampaknya mirip dengan induk betina yang meninggalkan sarang akibat banyak kutu / tungau, namun solusinya berbeda.
Dalam kasus ini, solusi yang bisa dilakukan adalah memasukkan induk jantan ke dalam sangkar, namun sangkar tetap ada di kandang penangkaran. Pada saat bersamaan, porsi EF dikurangi dari biasanya. Induk jantan baru dikeluarkan dari sangkar jika piyik sudah dipisah dari induk betina.
4. Kesalahan dalam mengoperasikan mesin tetas
Mesin tetas memang memudahkan penangkar dalam menetaskan telur-telur indukan burung yang ditangkarkan. Selain bisa menampung telur dalam jumlah banyak, semua telur juga bisa menetas dalam waktu bersamaan.
Tetapi kesalahan dalam mengoperasikan mesin tetas dapat berakibat fatal, misalnya seluruh telur gagal menetas. Jarang sekali kekeliruan dalam mengoperasikan mesin tetas hanya akan mengakibatkan sebagian telur menetas dan sebagian lagi tidak menetas.
Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam penggunaan mesin tetas antara lain :

  • Suhu penetasan
  • Kelembaban penetasan
  • Kadar oksigen dalam mesin tetas
  • Frekuensi pemutaran telur

Apabila Anda membeli mesin tetas, usahakan ada manual book atau panduan mengenai cara penggunaannya. Kalau Anda membuat sendiri, silakan cari dan baca referensi mengenai cara penggunaannya. Om Kicau pernah menurunkan artikel mengenai hal ini. Di beberapa bagian ada masalah pengaturan suhu dan kelembaban.
5. Telur terinfeksi bakteri atau virus
Ada beberapa hal yang membuat telur terinfeksi bakteri atau virus, antara lain:

  • Telur terkontaminasi virus atau bakteri dari tangan orang yang memegangnya. Hal ini bisa terjadi ketika Anda melakukan peneropongan telur (pasti memegang telur bukan?). Bisa juga ketika Anda melakukan pemutaran telur dengan tangan (jika Anda menggunakan mesin tetas non-otomatis). Karena itu, sebelum memegang telur, tangan dicuci dengan sabun antiseptik, atau menggunakan desinfektan yang bisa dibeli di apotek dan toko kimia .
  • Mesin tetas jarang disucihamakan setelah digunakan. Banyak penangkar yang begitu senang melihat telur-telurnya menetas, tapi lupa membersihkan mesin tetas. Karena itu, biasakan setelah telur menetas, bagian dalam mesin tetas disemprot dengan cairan desinfektan.

6. Banyak getaran di lokasi sarang

  • Hal ini sering dialami para penangkar yang membangun kandang dekat rel kereta api, pabrik yang peralatannya menimbulkan getaran, dan sebagainya. Jika rumah Anda di dekat rel, namun getaran roda kereta api tidak sampai ke rumah / kandang (biasanya sekitar 100 meter), ini tidak masalah (soalnya dulu pernah ada yang bertanya seperti ini).
  • Bergetar atau tidak sebenarnya bisa dideteksi dari kaca jendela. Kalau kaca terdengar agak gemerutuk, baik karena kereta api atau mesin pabrik, berarti lokasi kandang tak cukup nyaman untuk penangkaran burung.
  • Getaran yang terlalu sering bisa membunuh embrio yang sedang tumbuh. Kalau pun selamat sampai menetas, seringkali anaknya mengalami kelumpuhan.

7. Embrio mengalami kesulitan di saat terakhir
Beberapa saat sebelum menetas, embrio di dalam telur terkadang mengalami kesulitan dalam mengatur posisinya agar tetap bisa bernafas dan menyerap makanan dari yolk sac (kantung kuning telur). Salah satu penyebabnya adalah ketidakstabilan kelembaban dalam ruang mesin tetas, atau bahkan dalam penetasan alami.
Jadi, sekali lagi, masalah suhu dan kelembaban mesin tetas harus selalu diperhatikan. Khusus untuk induk betina yang mengerami telurnya, selalu diperhatikan apakah sering meninggalkan sarang atau tidak.
Jika induk meninggalkan sarang untuk makan dan minum, itu tidak masalah, karena biasanya akan segera kembali ke sarang. Tetapi kalau berjam-jam meninggalkan sarang, apalagi sering mengusap-usap bulu dengan paruhnya, itu pertanda banyak kutu dan tungau pada sarang dan tubuhnya.
8. Induk betina mengalami hypercalcaemia 
Kalsium merupakan mineral penting untuk pembentukan kerabang telur. Kalau kadar kalsium dalam pakan indukan terlalu rendah, kerabang telur biasanya terlalu tipis dan mudah pecah.
Tetapi, kondisi berlebihan juga tidak baik. Kalau induk betina mendapat asupan pakan dengan kadar kalsium terlalu tinggi, dan hal ini berlangsung lama, potensi mengalami hypercalcaemia sangat besar.
Hypercalacemia adalah kondisi di mana kadar kalsium dalam tubuh sangat tinggi. Gejala yang muncul adalah telur-telur yang dihasilkan memiliki kerabang yang sangat keras. Dampaknya, menjelang menetas, embrio tidak mampu memecah kerabang telur yang terlalu keras tersebut. Jika tidak dibantu dengan tangan manusia, embrio pasti akan mati sebelum menetas.
Semoga artikel ini bisa menambah wawasan bagi calon penangkar maupun penangkar pemula.

Advertisements

Author: Gede Budi

Hobi beternak kenari memang sangat menyenangkan, apalagi jika ternyata memang telah menghasilkan. Jadi buat kawan-kawan yang punya hobi sama, Jika ada keinginan dari kawan2 untuk berbagi pengalaman menangkarkan kenari, silakan untuk berkomentar atau mengisi blog ini dengan tips yang lebih baik. Saya akan dengan sangat terbuka menerima kritik dan masukan dari anda semua pecinta kenari. Saya juga beternak burung kenari dengan indukan terpilih dan menjamin mutu tiap anakan kenari dari Singaraja Bird Farm. Jika berminat silakan hubungi saya di No. berikut ini: 087762059151 Semoga Peternak Kenari Bali semakin berkembang... Suksma

24 thoughts on “Merawat Telur dan Indukan Kenari saat Mengeram

  1. Permisi om mau nanya. Sy punya kenari umur 2 tahun. Suara dah gacor banget. Tapi akhir2 ini kok malah makin diam terus. Tiap hari dpt telor puyuh cukup setengah saja. Apa twlor puyuh bs bikin gendut om?

    • Kalo Kenari dewasa, sebaiknya jangan terlalu sering/ tiap hari diberikan telur puyuh. Meskipun memang kalsium dalam telur sangat diperlukan untuk menjaga performa kenari dan keindahan bulunya. Sebaiknya diberikan seminggu 2 kali. dan apabila memang akan diberikan telur rebus, sebaiknya diberikan hanya putih telurnya saja. Putih telur sangat kaya akan kalsium dan protein, sedangkan kuning telur sangat banyak mengandung lemak. Jadi sebaiknya dijaga kondisi kenarinya, berikan variasi serat selain biji2an berupa sayur dan buah apel bergantian… Suksma…

      • Seperti yang saya simpulkan pada tulisan diatas pak… Semua tergantung kita memposisikan kenari, semakin lama kita pegang dan belajar… akan semakin banyak hal yang bisa kita pelajari…

  2. om mw nanya nei,,nei burung kN dah nelor,,tapi kok lengket ma sarangnya ea,,,tu g pa2 ap om,,,

    • Banyak yang menyalahartikan bahwa telur-lengket disebabkan karena telur yang terlalu keras. Padahal kebanyakan, teler-lengket disebabkan oleh telur yang lembek yang tidak bisa didorong oleh burung meski sudah mengejan kuat. Telur lembek disebabkan karena kekurangan kalsium atau kalsium cukup tetapi tidak tersedia cukup vitamin D3 (bukan D biasa) yang berfungsi menyerap kalsium. Nah, sumber kalsium itu bisa dari pembelian extra mineral (dipasaran banyak beredar) atau dengan telur puyuh rebus. Semoga bermanfaat…

  3. Misi gan ane mau nanya,,
    Ane da sepasang kenari yg lgasa pengeraman,, waktu usia telur 5 hari jantannya ane posahin dari kandang betina’a yg lg gerami telur’a.
    D hari ke 6,7 si kenari betina ‘a sering keluar dari sarang’a. Bahkan d hari k 8 seharian full dari pagi smp malem betina’a tdk mengerami telur’a..??
    Tu d sebabkan knapa yh..??

    • Wah, dengan sangat menyesal, saya bisa bilang kemungkinan telur tidak akan menetas. Memang bagus jika jantan dipisah, akan tetapi usahakan agar menaruh jantan pada tempat yang agak jauh/ benar-benar tidak terlihat oleh betina yang sedang mengeram. Jika terlalu dekat, secara otomatis kenari betina akan terangsang oleh suara dan gerakan Jantan. Akibatnya adalah kenari betina menjadi birahi kembali dan meninggalkan telur-telurnya.
      Sebaiknya jika memang betina ingin kawin, buanglah atau pindahkan telurnya, kemudian proses akan diulang kembali dimana betina akan kawin lagi dan bertelur kembali.
      Jangan lupa dan saya ingatkan agar setelah memisahkan kenari jantan, jauhkan letak jantan agar kenari betina tidak terganggu oleh kenari jantan.
      Jika terus menerus terjadi dimana betina tidask mau mengeram, maka kenari betina akan jadi hyperaktif dan secara mental jadi kurang bagus dalam merawat anakannya.
      Suksma

  4. Misi gan ane mau nanya,,
    Ane da sepasang kenari yg lgasa pengeraman,, waktu usia telur 5 hari jantannya ane posahin dari kandang betina’a yg lg gerami telur’a.
    D hari ke 6,7 si kenari betina ‘a sering keluar dari sarang’a. Bahkan d hari k 8 seharian full dari pagi smp malem betina’a tdk mengerami telur’a..??
    Tu d sebabkan knapa yh..??

  5. mo tanya om.kenari saya lg ngerem 2 ekor makanan apa saja yg harus saya berikan dan selama ini cuma saya kasih buah aja gonta ganti pear dan apel merah. dan makanan biji bijian aja.

    • Menu Pakan yang Baik Untuk Indukan yang Sedang Mengeram
      Menu pakan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan induk yang sedang mengeram. Masa penge-raman adalah masa bagi betina yang sedang me-ngeram untuk tidak me-ninggalkan sarangnya. Pemberian menu pakan yang baik. Setelah bertelur tiga sampai empat butir, induk kenari harus diberi menu pakan yang baik, khususnya menu pakan yang diberikan harus memiliki kandungan gizi yang cukup bagi induk kenari. Induk kenari yang sedang mengerami telurnya yang mengalami kekurangan pakan bergizi akan sering naik turun dari sangkar. Dengan demikian, telur yang dierami kemungkinan akan gagal menetas. Oleh karena itu induk betina yang sedang mengerami telur harus diberi makanan yang bergizi. Di samping itu, induk betina kenari yang sedang mengeram juga diberi makanan tambahan berupa sayuran, tepung roti dan telur puyuh rebus.
      Pemberian pakan yang baik diharapkan tidak mengganggu betina untuk mengerami telurnya dengan sibuk naik-turun sarang untuk mencari makanan tambahan yang dibutuhkan sehingga telur sering di-tinggalkan untuk tidak dierami. Hal ini juga mempengaruhi proses penetasan, semakin sering telur ditinggal oleh induknya, angka penetasan telur semakin kecil.

      • Pemisi om,saya mau tnya nie kenari betina saya udah +- 12hr mengeram,nah tp 2 ahri ini kq gk mau mengerami y,kluar trus drri sarang.a,itu knpa y om dan gmna solusi.a.tims. .

      • 1.Karakter Betina

        Ini merupakan faktor yang menentukan kepribadian atau karakter dasar burung.Terdapat beberapa jenis kenari yang sangat sulit ditangkarkan,terutama dalam hal perkawinan dan pengeraman,maka dapat ditempuh dengan cara memindah atau menitipkan telur yang dihasilkan pada kenari yang sedang mengeram lainnya.

        2.Rayuan Pejantan Gacor/ Pejantan Gacor posisi terlalu dekat dengan induk betina yang bertelur

        Ada baikya jika dalam penangkaran burung kenari dengan sistem pasangan tidak tetap penempatan kenari jantan dan betina yang sedang mengerami ditempat berbeda atau berjauhan.Penempatan pejantan yang gacor dekat dengan kenari betina yang sedang mengeram dapat mengganggu proses mengeram bahkan sikenari betina tidak mau mengerami telur-telurya tersebut karena rayuan sipejantan yang sangat gacor tersebut.

        3.Kutu pada Sarang

        Kutu hidup dengan cara menghisap darah kenari dan hidupya berada disela-sela bulu kenari.Kutu juga merusak bulu-bulu kenari dan menyebabkan lubang-lubang kecil. Burung yang terkena kutu tanda-tandaya sebagai berikut bulu rusak bahkan berlubang,wajah pucat,dan murung.Pada burung betina yang terkena kutu akan sering turun sarang untuk membersihkan tubuhya dari kutu.Cara burung membersihkan dengan cara mandi.Sehingga mengganggu proses pengeraman telurnya. Sarang burung yang kotor dan tidak nyaman dan kotor juga akan menjadi sarang bagi kutu. Ini membuat betina malas berada dalam sarang akibat gatal dan gigitan kutu. Jadi jagalah kebersihan kandang, semprot dengan desinfektan aman secara teratur.

        4.Gangguan Predator

        Faktor pengganggu lainya dalah predator seperti cicak,tikus,semut,dan kucing.Binatang ini sangat mengganggu keberadaan burung kenari baik jantan maupun betina yang sedang mengeram atau meloloh.Ada beberapa macam pakan yang disukai predator berupa telur puyuh,biji-bijian yang sangat disukai tikus.Gantung sangkar ditempet yang tidak mudah dijangkau dari hewan predator tersebut.

        5.Sarang Tidak Nyaman

        ketidaknyamanan sarang timbul akibat adanya benda asing dalam sarang atau bahan sarang yang kurang disukai oleh kenari.Keberadaan benda asing di dalam sarang penangkaran dapat membuat burung tidak nyaman untuk mengerami telur-telurya. Coba dengan bahan sarang jadi atau bahan lainnya. Selalu sediakan bahan-bahan sarang seperti rumput kering atau daun cemara kering. (Saya tidak menyarankan menggunakan serat nanas/ pisang, karena terlalu panjang dan sifatnya tajam, dapat melukai kenari bila terbelit.

        6.Ketersediaan Pakan

        Saat mengeram pakan harus selalu ada dan diusahakan jangan sampai kekurangan. Pada kondisi seperti ini biasaya keadaan sehat burung menurun karena jarang makan. Jika tidak tersedia makanan pada waktuya akan makan maka burung akan naik sarang lagi untuk mengeram dan otomatis kondisi kesehatanya menurun.

        7.Burung Sakit

        Bertelur merupakan siklus yang dialami oleh burung kenari betina secara alami dengan catatan organ reproduksinya masih sehat.Jika kebutuhan pakan terpenuhi maka dengan sendirinya siklus pembentukan telur akan terjadi

        8.Suhu Ekstrim

        Kegiatan pengeraman sangat identik dengan suhu yang ada pada suatu ruangan itu.Suhu kamar yang terlalu mencekam akan berakibat buruk dalam proses pengeraman.Jika suhu terlalu panas,burung jarang mengeram karena takut telurya mendapatkan panas yang melebihi suhu pengeraman.Atau pada musim hujan kondisi yang terlalu dingin dengan kelembaban udara yang tinggi akan membuat burung menjadi terlalu kedinginan.

        10.Menciptakan Ketenangan

        Hal-hal yang menyebabkan burung kenari gagal mengerami adalah adaya ancaman dari luar sangkar.misalya lalu lalang orang,suara keras dari kendaraan,dak aktivitas lainya yang cukup mengganggu kenari dalam mengeram.

  6. om saya mau nanya om, nah gini kenari sya bertelur tiga butir om tapi yang satu telurnya ditaruh sama indukannya di atas sarangnya kenapa ya om….?!!

  7. Kak bagaimana cara menghitung kenari bertelur sampai menetas….trus di hari ke berapa kita mulai meneropng telurnya? Misal bertelur 1 hari jumat dst ampe 4 biji…..kga mulai menghitung pengeraman mulai kpn? Mkch

    • Telur burung kenari akan menetas di sekitar 14 hari mulai dari munclnya telur pertama. Menurut saya, jika memang terlihat kenari kawin, kita ngga usah lihat telur dan meneropong telur pada usia seminggu. Karena bisa membuat indukan stres. tetap tandai hitungan 14 hari s.d 18 hari. Jika memang kawin dengan baik pasti menetas. Kenari yang mengeram perlu perawatan extra agar nantinya nutrisi anakan tercukupi, jadi penuhi segala kelengkapan nutrisi kenari anda, SUKSMA

      • Selamat sore pak
        Maw nanya ,kok kenari tyang bertelor d tempat makanx ngih, padahal sudah tyang kasi sarangx, sekarang telorx baru apakah boleh dipisah jantanx.
        Suksma

      • Ada banyak masalah saat kenari hendak bertelur. Biasanya dia akan mencari tempat paling nyaman. Bisa jadi menurut kenari betina disana paling nyaman. Cara mengakalinya adalah sediakan tempat pakan yang sangat kecil. Sehingga kenari akan mengabaikan tempat pakan untuk bertelur. Kemudian kecenderungan bahwa kenari menyukai areal paling tinggi di dalam wilayahnya (dalam hal ini sangkarnya) jadi usahakan menaruh tempat bersarang/ bertelur pada area yang tinggi/ di tangkringan paling atas. Semoga bisa membantu…

  8. Permisi om mau nanya,, apakah kenari yg sedang mengerami telurnya harus di kasi lampu agar hangat??
    Mksh..

    • Tidak selalu harus dikasih lampu, apalagi jika kondisi cuaca saat ini yang kemarau panjang. Biasa saja karena suhu tubuh indukan sudah sesuai dengan yang diperlukan telur untuk menetas. Kecuali jika memang anda tinggal di kawasan dataran tinggi dengan suhu yang mencapai di bawah 10 derajad Celcius. maka perlu diberikan lampu.

  9. om saya mau nanya…kenari saya lagi mengeram dan saya rasa indukan betina untuk saat ini menjaga telur nya dengan baik,,,tapi indukan jantan selalu mematok indukan betina saat indukan betina mau makan apakah itu akan jadi maslh om,,,jika memang bermasalah kira2 apa solusi yg terbaik,,,trmksh salam sukses

    • Jika memang hal itu membuat induk betina terganggu, sebaiknya dipisah saja. tetapi jika hendak menaruh kenari jantan, sebaiknya jauhkan sampai kenari betina tidak bisa melihat kenari jantan. Misalkan kenari jantan ditaruh di depan rumah, kenari betina bisa di dalam kamar atau di belakang rumah. Hal ini agar kenari betina yang mengeram tidak birahi lagi. Karena jika kenari betina kembali birahi akan meninggalkan telurnya/ tidak mau mengeram dan akan menyusun sarang lagi/ telurnya akan dirusak. Semoga bisa sedikit membantu.

  10. misi om mw nanya, klo dari mulai pemijahan/kWin, apa tanda bahwa kenari jantan sudH boleh d pisah dngan kenari betinanya,? mkcie

    • Om Rohim, banyak teknik beternak kenari, Misalnya kenari jantan tetap di gabung ( monogami) atau poligami (dipisah untuk dikawin ke kenari lainnya) coba lihat link beternak kenari. Kapan bisa dipisah, setelah dikawinkan, bisa dipisah, kemudian dikawinkan esok harinya, dipisah lagi, Sampai sekitar 3 hari. Atau setelah kenari bertelur satu ekor. Lebih baik sudah dijauhkan kenari jantan dari kenari betinanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: