Kriteria Lomba Burung: Banyak Pemula yang Tidak Tahu Penilaian dalam Lomba Burung

Banyak pertanyaan dari pemula soal lomba burung, yang susah diperolehnya di lapangan, terutama karena malu dianggap pemula. Selain contoh-contoh seperti di atas, ada kejadian di mana peserta sudah pulang terlebih dulu, padahal burungnya masuk 10 besar.

Ada juga peserta yang berani bertanya kepada peserta lain, apakah burung miliknya masuk daftar juara nggak. Yang ditanya pun balik bertanya, “Lha dapat koncer nggak? Kalau dapat koncer ya masuk”.Lomba burung 2

Meski pemula, kalau sudah menjadi peserta lomba burung berkicau idealnya harus faham mengenai tata penilaian lomba. Nah, bagi yang belum faham, berikut ini beberapa panduan singkat mengenai kriteria penilaian juri dalam lombaburung berkicau.

Setiap mengikuti lomba burung, pastikan bisa hadir sampai selesai, minimal setelah petugas panitia menempelkan rekap nilai. Di situ akan terlihat kelas yang diikuti, jumlah nilainya, dan sebagainya.

Biasanya, ada 6 juri yang bertugas, dengan nilai mentok yang diberikan juri adalah 38. Nilai mentok 38 yang diberikan juri terhadap burung-burung yang layak juara ini meliputi beberapa tahap berikut ini:

  • Juri akan menilai burung-burung yang bekerja di lapangan, kemudian diberi nilai awal 37.
  • Pada putaran kedua, juri mulai mengontrol lagi jika ada burung-burung yang masih stabil bekerja. Burung ini akan mendapatkan nilai 37,5.
  • Pada putaran ketiga, juri akan menilai apakah burung tersebut masih kerja dan memiliki keunggulan irama, lagu, volume, intonasi, dan lain- lain. Burung yang masuk kategori ini akan mendapat nilai 38 atau nilai mentok.

Kalau peserta ingin tahu gaconya masuk atau tidak, cek saja berapa nilai mentoknya, kemudian lihat dengan burung-burung lainnya.

Misalnya mentok 6 ada empat ekor, mentok 5 ada dua ekor, dan burung milik Anda mentok 4. Hal ini berarti burung milik Anda berhak menjadi juara 7.

Nah, untuk bendera koncer itu sendiri ada nilainya, tergantung dari pihak event organizer (EO) yang menyelenggarakannya. Misalnya, koncer A mendapat poin 30, koncer B poin 20, dan koncer C poin 10.

Terkadang ada peserta yang nggak tahu maksud dan berapa nilai yang didapatkannya.Jadi, pemula lomba burung perlu membLomba Burungaca peraturan lomba burung, agar tidak bingung.

Banyak pertanyaan dari pemula soal lomba burung, yang susah diperolehnya di lapangan, terutama karena malu dianggap pemula. Selain contoh-contoh seperti di atas, ada kejadian di mana peserta sudah pulang terlebih dulu, padahal burungnya masuk 10 besar.

Ada juga peserta yang berani bertanya kepada peserta lain, apakah burung miliknya masuk daftar juara nggak. Yang ditanya pun balik bertanya, “Lha dapat koncer nggak? Kalau dapat koncer ya masuk”.

Meski pemula, kalau sudah menjadi peserta lomba burung berkicau idealnya harus faham mengenai tata penilaian lomba. Nah, bagi yang belum faham, berikut ini beberapa panduan singkat mengenai kriteria penilaian juri dalam lombaburung berkicau.

Setiap mengikuti lomba burung, pastikan bisa hadir sampai selesai, minimal setelah petugas panitia menempelkan rekap nilai. Di situ akan terlihat kelas yang diikuti, jumlah nilainya, dan sebagainya.

Biasanya, ada 6 juri yang bertugas, dengan nilai mentok yang diberikan juri adalah 38. Nilai mentok 38 yang diberikan juri terhadap burung-burung yang layak juara ini meliputi beberapa tahap berikut ini:

  • Juri akan menilai burung-burung yang bekerja di lapangan, kemudian diberi nilai awal 37.
  • Pada putaran kedua, juri mulai mengontrol lagi jika ada burung-burung yang masih stabil bekerja. Burung ini akan mendapatkan nilai 37,5.
  • Pada putaran ketiga, juri akan menilai apakah burung tersebut masih kerja dan memiliki keunggulan irama, lagu, volume, intonasi, dan lain- lain. Burung yang masuk kategori ini akan mendapat nilai 38 atau nilai mentok.

Kalau peserta ingin tahu gaconya masuk atau tidak, cek saja berapa nilai mentoknya, kemudian lihat dengan burung-burung lainnya.

Misalnya mentok 6 ada empat ekor, mentok 5 ada dua ekor, dan burung milik Anda mentok 4. Hal ini berarti burung milik Anda berhak menjadi juara 7.

Nah, untuk bendera koncer itu sendiri ada nilainya, tergantung dari pihak event organizer (EO) yang menyelenggarakannya. Misalnya, koncer A mendapat poin 30, koncer B poin 20, dan koncer C poin 10.

Terkadang ada peserta yang nggak tahu maksud dan berapa nilai yang didapatkannya.Jadi, pemula lomba burung perlu membaca peraturan lomba burung, agar tidak bingung.

Terkadang ada pemain yang menganggap semua jenis burung memiliki kriteria penilaian yang sama. Saya pernah melihat kejadian seperti ini dalam beberapa lomba burung berkicau yang berujung pada protes / komplain. Padahal semua ini bermula dari ketidaktahuan pemain tentang kriteria penilaian lomba untuk jenis burung tertentu.

Masih banyak peserta yang melihat burung miliknya saja, tetapi tak melihat kinerja burung lain. Dia merasa burungnya sudah bekerja maksimal, bunyi terus sejak awal hingga akhir.  “Lho, burung saya kerjanya stabil, kontinyu sepanjang lomba. Kok bisa kalah,” kata sang pemain.

Perlu diketahui, juri bukan hanya melihat kinerja seekor burung saja, tapi juga kinerja semua burung yang menjadi peserta pada sesi yang sama. Selain itu, juri tak hanya menilai berdasarkan satu aspek saja misalnya kestabilan burung dalam berkicau, tetapi juga mengacu pada beberapa aspek lain yang telah disebutkan dalam kriteria penilaian di atas.

Penjelasan ini dalam konteks penilaian lomba secara fairplay, karena harus diakui tetap saja ada juri-juri nakal, yang kongkalikong dengan pemilik burung tertentu. Namun, masalah ini jangan digebyah-uyah bahwa semua juri lomba seperti itu. Masih lebih banyak juri yang baik daripada juri yang nakal.

adi, perlu difahami bahwa burung yang bunyi stabil dan kontinyu tidak selalu bisa memperoleh nilai mentok, sebab juri juga harus melihat  aspek lain seperti irama, lagu, intonasi, variasi lagu, gaya, dan sebagainya.

Burung yang bergaya istimewa pun belum tentu menang, karena harus dilihat pula aspek-aspek yang lain. Jadi, penilaian lomba burung itu bersifat holistik (menyeluruh), bukan hanya satu aspek saja.

Semoga penjelasan ini bisa membuat para pemain makin dewasa, mampu memahami aturan lomba secara lebih baik, bukan sekadar mengukur pada kinerja burungnya saja, tetapi juga melihat kinerja burung-burung lain yang menjadi rivalnya.

 

Uraian dari : Om Agus Sanjaya (Juri Berpengalaman dari Solo) 

Semoga Juri-Juri lomba Kenari di Bali bisa lebih membenahi kemampuan dan fairplay-nya, dan semoga bisa menambah wawasan kepada kenari Mania Bali dalam hal lomba….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s