Mengapa Kenari Jantan Kurang Gacor (saat lomba)???

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas kenari Jantan, namun dalam kasus-kasus tertentu, ada memang Kenari yang gacor di rumah dan diam saat diadu tetapi bukan karena masalah mental. Dengan catatan bahwa Kenari kita memang bukan lagi Kenari muda, maka penyebab itu antara lain:
1. Burung kenari dalam kondisi tidak fit. Tidak fit bukan berarti sakit. Kadang ada Kenari yang meski belum tuntas mabung dia sudah gacor lagi. Tetapi, mana kala diadu, dia jadi diam. Ya, inilah pertanda bahwa burung belum fit.
Perlu diketahui, bahwa meski sama-sama gacor, tingkat “kengototan” KN ketika bunyi semaunya sendiri di rumah dengan ketika diadu sangatlah berbeda. Jadi, meski sangat gacor ketika bunyi sendirian di rumah, tetapi karena kemungkinan kondisi tidak fit, dia akan merasa tidak nyaman ketika harus mengeluarkan tenaga maksimal (ngotot) saat bertemu lawan. Jadilah dia hanya membisu.
2. Kondisi tidak fit di atas, sering pula ditambahi dengan masalah lagu/isian yang dimiliki. Kenari yang dimaster dengan lagu/isian yang banyak tekukannya, seperti Blackthroat atau Sanger, hanya akan bisa mengeluarkan kicauan secara sambung-menyambung dan tidak banyak ngetem, kalau kondisinya benar-benar fit.

Salah seorang teman penggemar burung sempat bertanya kepada saya mengapa kenari miliknya yang hanya kalau di rumah, sementara kalau di trek dengan KN lain dilapangan cuma bisa membisu saja.
Ini memang masalah umum dalam perburungan. Banyak burung yang hanya luar biasa kerjanya kalau sendirian atau cuma menghadapi sedikit musuh.
Perlu diketahui bahwa setiap burung mempunyai sifat atau karakter bawaan sendiri-sendiri. Dalam hal mental tarung misalnya, dipengaruhi oleh sifat bawaan meski rawatan harian (latihan dsb) juga sangat menentukan. Tetapi ini memang bisa di latih.
Kenari starblue (warna blirik seperti burung gereja namun warnanya cenderung abu-abu) misalnya, terkenal sangat gacor kalau untuk burung rumahan. Tetapi, kebanyakn jenis itu kurang gacor kalau ditrek dengan Kenari lain (tetapi tidak semua begitu)
Sementara itu, Kenari warna hijau, dikenal sebagai Kenari petarung. Dia dikenal sebagai Kenari mudah gacor dan mentalnya bagus.
Meskipun ada pembawaan seperti itu, perawatan harian sangat berpengaruh pada mental bertanding Kenari
Kenari yang jarang bertemu dengan Kenari lain, biasanya akan “kaget dan diam” ketika dia mendengar “lagu” yang didendangkan Kenari yang baru dia jumpai. Saat itu, dia hanycropped-img-20121231-00004.jpga ngetem/ bengong tanpa suara.
Dengan demikian, Kenari memang perlu dilatih untuk bertemu dengan Kenari lain secara periodik. Hal itu akan sangat berguna untuk melatih mentalnya.

Ada memang yang mengatakan bahwa Kenari jangan digantang dalam satu ruangan dengan Kenari lain selama perawatan harian di rumah. Alasannya, sifat fighter-nya akan hilang. Memang, setelah sering kumpul dengan Kenari tertentu, Kenari tidak terlihat lagi sifat fighternya. Tetapi itu tidak permanen, sebab semangat tempurnya bakal muncul mana kala ada Kenari baru masuk ke daerah atau teritorinya.
Saran saya, kalau kita hanya mempunyai satu Kenari di rumah, maka sering-sering diajak main trek dengan Kenari tetangga, kawan, dsb, untuk melatih mentalnya agar tidak “kaget” kalau bertemu Kenari lain. Akan lebih baik kalau kita punya dua-tiga kenari di rumah untuk saling menjadi sparing partner.

One thought on “Mengapa Kenari Jantan Kurang Gacor (saat lomba)???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s