Lalat yang Sangat Berbahaya Bagi Kenari

Hari Sabtu tanggal 23 Agustus 2014, ketika sedang membersihkan kandang kenari putih kesayangan yang saya beri nama “Shiro”, saya melihat ada setitik warna hitam yang bergerak di punggung Shiro, Secara naluri muncul kecurigaan, “jangan-jangan Kutu” Tapi dari ukurannya yang besar dan gerakannya yang cepat membuat saya khawatir dan sekaligus penasaran. Akhirnya saya terpaksa menangkap “Shiro” yang saat itu juga agak meronta dan ketakutan. Pelan saya menangkap Shiro dengan hati-hati (Untuk menangkap burung, sebaiknya dilakukan di dalam ruangan tertutup, sehingga apabila nantinya kenari tersebut lepas, anda tidak akan khawatir karena masih ada kesempatan menangkapnya.

Akhirnya setelah saya tangkap dan kemudian diamati dengan baik, ternyata ada seekor lalat kecil ditubuh kenari putih ini. Saya berfikir bahwa ini mungkin lalat rumahan biasa, kemudian setelah saya amati pergerakannya dan kemampuannya berjalan begitu cepat di balik burung kenari, akhirnya saya sadar ini bukan lalat sembarangan. Lalat ini lebih kecil ukurannya, kemudian dia malas terbang tetapi lebih suka merayap seperti kutu dan bersembunyi di balik bulu kenari, gerakannya sangat lincah dan cepat, seolah memang kaki lalat ini didesain untuk merayap seperti kutu.

Akhirnya tentu saja saya menangkap lalat tersebut, dan memang tidak begitu sulit, karena lalat ini jarang mau terbang, kebiasaannya hanya sekedar merayap di tubuh burung, meski punya kemampuan terbang. Dan saya gencet lalat ini dengan penuh rasa kesal.

Pada saat itu juga setelah membereskan kenari-kenari kesayangan, saya coba untuk searching  di Google tentang jenis lalat yang hinggap pada burung. Beberapa jenis lalat saya dapatkan, tetapi menurut saya lalat ini sesuai dengan jenis lalat  dan tentunya saya ingin tahu sebenarnya apa akibat yang bisa ditimbulkan dari keberadaan lalat pada tubuh kenari.

Stomoxys calcitrans (Lalat kandang)

Wah-wah.. Saya juga awam dengan ini, tetapi berikut saya sajikan beberapa arikel tentang bahaya lalat bagi kesehatan hewan kesayangan dan tentunya juga berdampak pada manusia.

Mengenal Lalat

Lalat termasuk dalam kelompok serangga yang berasal dari subordo Cyclorrapha dan ordo Diptera. Secara morfologi, lalat mempunyai struktur tubuh berbulu, mempunyai antena yang berukuran pendek dan mempunyai sepasang sayap asli serta sepasang sayap kecil (berfungsi menjaga kestabilan saat terbang). Lalat mampu terbang sejauh 32 km dari tempat perkembangbiakannya. Meskipun demikian, biasanya lalat hanya terbang 1,6-3,2 km dari tempat tumbuh dan berkembangnya lalat.

Lalat juga dilengkapi dengan sistem penglihatan yang sangat canggih, yaitu adanya mata majemuk. Sistem penglihatan lalat ini terdiri dari ribuan lensa dan sangat peka terhadap gerakan. Bahkan ada beberapa jenis lalat yang memiliki penglihatan tiga dimensi yang akurat. Model penglihatan lalat ini juga menjadi “ilham” bagi ilmuwan kedokteran untuk menciptakan sebuah alat pencitraan (scan) baru.

Mata lalat dapat mengindra getaran cahaya 330 kali per detik. Ditinjau dari sisi ini, mata lalat enam kali lebih peka daripada mata manusia. Pada saat yang sama, mata lalat juga dapat mengindra frekuensi-frekuensi ultraviolet pada spektrum cahaya yang tidak terlihat oleh kita. Perangkat ini memudahkan lalat untuk menghindar dari musuhnya, terutama di lingkungan gelap.

Visualisasi seekor lalat

 

Keberadaan Lalat, Berbahaya?

 

Pernahkah kita mendengar ada penyakit lalat, seperti halnya penyakit Newcastle disease (ND) yang menyerang ayam? Tentu belum pernah. Lalat sebenarnya bukan suatu agen infeksi melainkan peranannya lebih cenderung sebagai vektor atau agen pembawa atau penular penyakit. Peranan lalat menularkan penyakit ini didukung dari bentuk anatomi tubuhnya yang banyak terdapat bulu sehingga bibit penyakit (virus, bakteri, protozoa) melekat dan tersebar ke ternak/hewan lain. Selain itu, lalat juga mempunyai cara makan yang unik, yaitu lalat meludahi makanannya terlebih dahulu sampai makanan tersebut cair baru disedot ke dalam perutnya. Cara makan inilah yang ikut disinyalir sebagai cara bibit penyakit masuk ke dalam tubuh lalat kemudian menulari/menginfeksi ayam. Terlebih lagi kita tahu dan tak jarang menemukan lalat sedang hinggap di ransum ayam.

 

Dari beberapa literatur juga disebutkan setiap kali lalat hinggap disuatu tempat, maka + 125.000 bibit penyakit dijatuhkan pada lokasi tersebut (wikimedia, 2007). Sungguh mengerikan! Prof. Drh. Hastari Wuryastuty, M.Sc, PhD (2005) peneliti di fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menyatakan jika seekor lalat yang memiliki berat 20 mg mampu membawa bibit penyakit (virus) sebanyak 10% dari berat badannya, yaitu 2 mg maka lalat tersebut dapat menulari 2.000 ekor ayam. Hal ini disebabkan setiap 1 gram virus dapat menginfeksi satu juta ekor ayam.

 

Prof. Drh. Hastari Wuryastuty, M.Sc, PhD bersama dengan suaminya, yaitu Prof. Drh. R Wasito, M.Sc, PhD seorang ahli penyakit hewan di fakultas yang sama telah melakukan penelitian peranan lalat terhadap penularan penyakit avian influenza (AI). Dari sampel lalat beku yang telah dikumpulkannya, diperoleh data bahwa lalat yang berasal dari Makasar dan Karanganyar telah dinyatakan positif mengandung virus AI. Penelitian tersebut saat ini masih berlanjut, untuk mengetahui secara pasti pada posisi manakah peranan lalat tersebut dalam penularan AI. Apakah lalat berperan sebagai vektor mekanik atau vektor biologik? Kita tunggu hasil penelitian berikutnya.

 

Larva dan lalat dewasa juga menjadi hospes intermediet atau inang perantara bagi infeksi cacing pita (Raillietina tetragona dan R. cesticillus) pada ayam. Larva dan lalat dewasa sering kali termakan oleh ayam sehingga ayam dapat terserang cacing pita tersebut. Selain itu, lalat juga berperan sebagai vektor mekanik bagi cacing gilik (Ascaridia galli) maupun bakteri. Lalat yang hinggap di feses atau litter yang telah tercemar bakteri kolera maka lalat tersebut sudah berpotensi menyebarkan kolera pada ayam lainnya.

 

Beberapa jenis lalat dapat menyerang suatu peternakan. Namun 95% jenis lalat yang sering ditemukan dipeternakan ialah lalat rumah (Musca domestica) dan little house fly (Fanny canicularis). Jenis lalat lainnya seperti lalat buah (Lucilia sp.), lalat sampah berwana hitam (Ophyra aenescens) maupun lalat pejuang (soldier flies) juga sering mengganggu lingkungan peternakan.

 

 

Ini salah satu jenis lalat yang cukup berbahaya,lalat

Kingdom : Animalia
Filum : Arthopoda
Kelas : Insekta
Ordo : Diptera
Famili : Muscidae
Genus : Stomoxys 
Spesies : S. calcitrans
Karakteristik:

  • ukuran tubuh hampir sama dengan Musca domestica.
  • memiliki warna tubuh hitam sampai kecoklatan dan mata berwarna mengkilap
  • Ukuran dewasa 7-8 mm dengan 4 dorsal garis-garis hitam membujur di dada, 2 garis-garis tengah dipisahkan oleh daerah terkemuka dan perut pucat dengan daerah gelap hampir bulat.
  • Kepalanya dengan belalai / puncak keras, ditarik, diproyeksikan ke depan dari bagian bawah kepala.
  • Tipe mulutnya menghisap, yang digunakan untuk menghisap darah pada hewan ternak.

  Antena 3-tersegmentasi, kedua segmen dengan jahitan yang membujur (line printer), segmen ketiga dengan seta (tepi) dan bulu di sisi dorsal saja.

  • Sayap dengan longitudinal keempat melengkung ke depan dan pembuluh darah menuju vena ketiga tetapi tidak miring, dengan dua sel berikutnya, sayap disimpan lebar saat istirahat, ketika dia pose dengan kepala menghadap ke atas dan menyentuh perut permukaan di mana ia berpijak.
  • Sayapnya jernih.
  • Lebih menyukai kaki, kebanyakan binatang menyusui ( termasuk manusia) dan telinga anjing dan babi
  • Lalat jantan maupun betinanya menghisap darah dan merupakan penerbang yang kuat dan berumur panjang.
  • Aktif pada siang hari dan gigitannya menyakitkan. Penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat kandang antara lain Brucella abortus, B. Militensis dan Bacillus antracis.
  • Serangga ini mengalami metamorfosis sempurna.
  • induk dari S. calcitrans (L) biasanya meletakkan telur di permukaan daun (biasanya jerami) atau tempat-tempat yang terletak di atas permukaan air.
  • Larvanya bersifat akuatik, pada dewasa jantan sering terdapat pada bunga-bunga untuk mengambil pollen/nectar
  • Larva dewasa, tanpa mata atau kaki rata dengan kepala besar dan bulat segmen belakang, kepala diwakili oleh sepasang kait gelap. Posterior spiracles (pernafasan pori-pori) daerah sedikit lebih tinggi dari spiracles benar-benar halus dan gelap, dengan 3 lubang atau slot berbentuk espiraculares s (berkelok-kelok) dan khusus non-struktur dalam bentuk thread (tombol) di tengah.
  • Kepompong berwarna cokelat dengan ukuran 6-7 mm.
  • Proses metamorfosis dari telur sampai menjadi lalat dewasa, memerlukan waktu 3-4 minggu.

 

Wow, begitu berbahayanya lalat, Tetapi jangan terlalu takut berlebihan, beberapa usaha yang bisa kita lakukan adalah menjaga kebersihan. Dengan menjaga kebersihan maka lalat dan larvanya tidak mungkin bisa berkembang biak dengan baik, dan tentunya akan mengurangi jumlah lalat tersebut.

Semoga bermanfaat.

Suksma

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s