SNOT/ Infectious Coryza (IC) Penyakit yang berbahaya bagi Kenari

DEFINISI: Infectious Coryza (IC) adalah penyakit bakteri pernafasan yang sifatnya menular pada beberapa spesies unggas misalnya ayam dan burung kicauan termasuk Kenari. Penyakit ini terlihat tidak berbahaya pada awalnya tetapi berkembang menjadi keadaan kronis dan berbahaya pada beberapa hari selanjutnya. Nama umum untuk penyakit ini di Indonesia biasa disebut SNOT (entah dari mana  asalnya kok bisa disebut SNOT he he he..). Coryza/ SNOT ditandai dengan keluarnya cairan hidung, wajah dari unggas menjadi bengkak, bersin, sesak napas dan tersengal-sengal dan bau busuk dari tubuh burung kenari. Coryza/ SNOT adalah penyakit pada saluran pernapasan bagian atas – trakea, sinus dan saluran udara kepala. Penyakit ini menjangkiti unggas hampir di seluruh dunia.unduhan4

Di Indonesia, Coryza/ SNOT ini biasa berjangkit di peternakan ayam, peternakan burung, kebun binatang, atau penghobi unggas kecil seperti burung kenari yang seringkali didapati peliharaannya terjangkit penyakit ini. Agen penyebab dari SNOT/ Coryza adalah Hemophilus paragallinarum, sejenis bakteri pleomorfik, non-motil, gram batang negatif yang pertama kali ditemukan pada tahun 1920. Ada tiga jenis antigen penyebab (A, B, dan C) yang semua berbagi antigen tertentu. H. paragallinarum membutuhkan “V” faktor, faktor pertumbuhan khusus di media untuk tumbuh. Sementara ayam dan burung  menjadi inang utama Coryza/ SNOT.  Hal ini diasumsikan bahwa spesies burung dapat terinfeksi jika bersentuhan atau kontak langsung secara teratur dengan burung/ Unggas lain yang terinfeksi. Bisa juga menyebar oleh serangga misalnya lalat yang hinggap dan membawa bakteri ini pada kandang yang lain. Bahkan bisa lewat udara dimana bibit penyakit terbawa angin. Penyakit SNOT/ Coryza pada umumnya akan menyerang unggas di usia remaja misalnya pada burung kenari umur 2 bulan atau lebih.  Masa inkubasi penyakit adalah 4 sampai 12 minggu.

Secara umum, burung pembawa bibit penyakit atau tanpa gejala akan bisa menjadi sumber infeksi. Sumber penyakit ini sering terjadi akibat penambahan burung kenari (Misalnya membeli burung kenari dari luar yang ternyata kedapatan mengidap atau terinfeksi SNOT akan membuat burung lain yang sudah ada pada lingkungan akan terinfeksi juga). Penularan terjadi melalui kontak langsung burung dengan burung, kemudian menghirup aerosol menular batuk ke udara, atau melalui konsumsi pakan dan air yang terkontaminasi. Organisme ini dapat ditransfer pada pakaian yang terkontaminasi, peralatan dan fomites. Inkubasi 1 hingga 3 hari dengan durasi penyakit 14 hari di burung individu yang terinfeksi.

unduhan22

Pencegahan

Seringkali kita meremehkan pentingnya pencegahan penyakit ini, padahal dampaknya sangat berbahaya bagi burung. Beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan:

1. Lakukan pembersihan kandang dengan desinvektan/ Detergen seminggu sekali (termasuk wadah pakan dan tangkringannya. Dengan begitu bakteri dan jamur tidak bertahan lama dalam kandang. Usahakan dilakukan seminggu sekali.

2. Apabila membeli burung kenari dari luar sementara anda telah memiliki burung lainnya, usahakan agar burung yang baru tersebut tidak langsung di taruh berdekatan, tetapi jauhkan dan dikarantina terlebih dahulu hingga 2 minggu. Hal ini bertujuan agar apabila burung yang baru dibeli ternyata mati atau sebagai pembawa virus dan bakteri menular tidak akan menular ke burung yang sudah lama anda pelihara. Hal ini sangatlah penting.

3. Yakinkan bahwa anda membeli burung pada peternak/ pada tempat yang anda yakini tidak memiliki riwayat burung sakit. Kadang ketika membeli burung tanpa jelas asal usulnya kita seringkali mendapati bahwa burung tersebut mati mendadak.

4. Jika ternak anda pernah terinfeksi Coryza dan ternyata sembuh, jangan dijadikan bahan ternak, karena seringkali burung tersebut akan membawa bakteri yang akan melemahkan anakannya nanti.

5. Apabila ada unggas atau burung sakit, segera pisahkan dan jauhkan. (ini penting) agar tidak terjadi penularan. Kemudian apabila ternyata terjadi kematian pada burung jangan biarkan terlalu lama, segera tangani (dikubur) dengan menaburkan bubuk kapur.  Dan jangan dibuang di tempat sampah karena jika lalat hinggap pada burung yang mati tersebut, maka virus dan bakteri bisa kembali menyerang burung yang lain.

Bukan berarti saya menakut-nakuti anda, langkah langkah diatas perlu dilakukan karena SNOT/ Coryza bisa sangat berbahaya. 50% unggas atau burung yang terjangkiti penyakit ini diketahui mati. Sisanya kemungkinan bisa hidup dan berkembang biak, tetapi saya sudah buktikan bahwa ada penurunan kualitas suara yang buruk. Kadang suara jantan yang pernah terkena penyakit SNOT akan hilang/ tidak ada bunyi dan burung mengalami sesak nafas seumur hidupnya. Apabila di jadikan indukan, kualitas anakannya juga akan mengalami penurunan. Semua itu terjadi seringkali karena kita mendapatkan burung dengan kondisi yang sebenarnya kita tidak tahu asal usulnya.

Banyak ditawarkan obat SNOT/ Coryza bagi burung, tapi sepanjang pengetahuan saya tidak bisa menghilangkan dampak lanjutan dari penyakit ini.

Semoga bermanfaat…

Suksma…

One thought on “SNOT/ Infectious Coryza (IC) Penyakit yang berbahaya bagi Kenari

  1. Baume du tigre

    You actually make it seem so easy with your presentation but I find this matter to be actually something that I think I would never understand. It seems too complicated and very broad for me. I’m looking forward for your next post, I will try to get the hang of it!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s