Panduan Menyiapkan Indukan Kenari Untuk Persiapan Beternak Kenari (Part I)

Dalam penangkaran burung kenari, diperlukan beberapa persiapan. Pertama, persiapan mental jika usaha Anda belum/ tidak berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Kedua, persiapan logistik seperti sangkar / kandang yang akan digunakan untuk beternak, tempat dan bahan untuk bersarang, pakan dan suplemen khusus untuk penangkaran, dan  ketersediaan calon induk jantan dan betina. Calon induk yang sudah diseleksi pun perlu disiapkan sedemikian rupa, agar tidak merepotkan Anda ketika usaha penangkaran sudah berjalan.

Artikel kali ini akan membahas pra-breeding kenari, khususnya menyiapkan calon induk. Dalam beberapa hal, panduan ini juga bisa digunakan untuk pra-breeding jenis burung kicauan lainnya. Tetapi agar lebih fokus, kali ini pembahasannya khusus mengenai kenari.

1. Menggunting kuku calon indukan

Sekilas berkesan sepele. Tetapi jangan anggap remeh sesuatu yang sekilas sepele. Faktanya, kuku burung yang tidak pernah dipotong akan tumbuh dan terus tumbuh hingga memanjang. Hal ini akan membuat burung kesulitan untuk mendarat atau lepas landas dari tenggerannya.

Bahkan dalam proses perkawinan, kuku burung kenari jantan yang panjang bisa melukai tubuh induk betina. Burung pun bisa mengalami trauma sebagaimana manusia. Ketika dia merasakan sakit menjelang kawin, dan rasa sakit itu akibat dicengkeram burung jantan yang menungganginya, maka si betina kelak menjadi takut untuk dikawini lagi. Akibatnya, meski berada dalam satu kandang, induk betina tetap bertelur namun telur yang dihasilkannya selalu infertil, karena memang tidak pernah terjadi perkawinan dengan burung jantan.

Adapun kuku yang panjang pada burung betina akan membuatnya kesulitan menjaga keseimbangan sewaktu proses perkawinan berlangsung. Akibatnya, burung jantan berkali-kali jatuh dan kopulasi pun tak akan pernah terjadi, atau terjadi namun tidak sempurna yang menyebabkan sel sperma burung jantan malah berceceran di dasar kandang.

Bukan hanya itu. Kuku yang panjang juga bisa merusak atau menusuk telur-telur yang sedang dierami dalam sarangnya. Karena itu, penting sekali untuk melakukan pemotongan kuku secara berkala (misalnya 1-2 kali dalam setahun), dan itu harus diawali ketika burung hendak dijodohkan.

Sebagian besar penangkar kenari di Indonesia membiarkan kuku burung apa adanya, karena khawati burung akan stres jika dipegang, atau khawatir jika tindakan tersebut akan menyakiti dan melukai burung. Tetapi jika Anda mau belajar, tentu tidak perlu muncul kekhawatiran seperti itu. Om Kicau pernah memberikan panduan pemotongan kuku secara benar (cek di artikel sebelumnya)

Umumnya ketika kuku burung sudah terlihat panjang, kita akan membiarkannya saja. Jika khawatir kuku panjang tersebut mengganggu aktivitas burung, atau untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan (misalnya kuku copot karena terkait jeruji / tangkringan sewaktu terbang atau melompat), Anda bisa melakukan pemotongan kuku. Namun harus dilakukan secara hati-hati, karena pada pangkal kuku terdapat jalur darah (hyponychium).

kuku-kenari-1

CARA MENGGUNTING KUKU BURUNG

Mengingat adanya jalur darah itulah, kita mesti hati-hati saat melakukan pemotongan kuku, terutama di bagian pangkal kuku. Bagian pangkal juga merupakan awal pertumbuhan kuku baru, sehingga sampai sampai ikut terpangkas, karena bagaimana pun kuku tetap berguna untuk burung.

Dengan perlakuan hati-hati, kita bisa melaksanakan pekerjaan sesuai tujuan (menghindari risiko cedera dan membuat burung lebih leluasa beraktivitas), sekaligus mencegah adanya pendarahan dan pembengkakan akibat kesalahan pemotongan kuku.

Berikut cara aman jika Anda ingin memotong kuku burung:

  1. Cuci dulu kedua kaki burung dengan sabun dan air bersih.
  2. Arahkan kuku burung di depan sumber cahaya. Dari situ nanti bisa kelihatan mana jalur darah yang berada di dalam kukunya tersebut.
  3. Dengan gunting kuku. atau gunting yang tajam, segera potong kuku panjang tersebut yang tidak teraliri jalur darah. Jadi carilah posisi beberapa milimeter (mm) dari jalur darah yang bisa kelihatan di bawah cahaya tadi.

Semoga bermanfaat

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s