Pentingnya memilih betina berkualitas dalam produksi Kenari

Seringkali kita meremehkan pengaruh Betina pada saat memelihara kenari, Bahkan seringkali kenari betina dianggap tidak berharga dan terpinggirkan. Harga jual betina tentunya juga sangat jauh merosot dibandingkan kenari jantan. Hal ini tentu saja membuat pola rawatan untuk kenari betina tidak maksimal dan terkesan hanya sekedar sebagai pelengkap saja.

Banyak peternak yang tidak memahami arti penting seekor burung betina, karena individu betina tidak berkicau sehingga tidak terlihat apakah kenari tersebut sebagai pembawa gen penyanyi yang baik atau tidak. Secara genetis terbukti bahwa kenari betina berpotensi sebagai induk yang akan menentukan kualitas nyayian anakannya.Kenari Bali

Beberapa peternak membeli kenari jantan yang bagus untuk dijodohkan dengan seekor kenari betina, dengan tujuan untuk mendapatkan anakan yang berjenis kelamin jantan yang berkualitas bagus seperti bapaknya. Seringkali peternak akan mengatakan bahwa „Betinanya tidak cocok dengan si jantan!“ karena anakan yang dihasilkan yang berjenis kelamin jantan tidak berkualitas bagus seperti bapaknya. Peternak tersebut menjadi putus asa dan akhirnya menjual seluruh anakan dari betina tersebut, tanpa menyadari bahwa anakan yang berjenis kelamin betina yang ikut terjual sebenarnya membawa potensi yang bagus untuk menghasilkan anakan jantan yang bagus di masa depan.

Burung berjenis kelamin betina mempunyai kromosom Z W yang berperan penting untuk menentukan jenis kelamin anakannya. Burung betina akan menghasilkan anakan yang berjenis kelamin betina dengan meneruskan kromosom W dan menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan dengan meneruskan kromosom Z. Dengan meneruskan kromosom Z ke keturunan yang berjenis kelamin jantan berarti betina tersebut mewariskan nyanyian indah yang berasal dari „ayah si betina“ ke anak jantannya.

Untuk memperbaiki garis keturunan yang bagus/menghasilkan anakan yang bagus, maka diperlukan seekor kenari jantan yang berkualitas bagus. Hasil perkawinan betina dengan pejantan yang bagus tidak selalu dapat menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan yang hebat seperti ayahnya. Akan tetapi anakan yang berjenis kelamin betina yang berasal dari pejantan yang bagus mempunyai potensi sebagai induk yang baik untuk menghasilkan pejantan yang bagus, meskipun saudara jantannya mungkin memiliki type suara jelek.
39481_1387424286604_1261974904_30962299_4879062_n
Banyak peternak kenari yang tidak memberi kesempatan pada betinanya untuk memperbaiki garis keturunannya. Ketika kenari betina menghasilkan keturunan seekor kenari jantan yang mempunyai kualitas nyanyian yang jelek, hal ini tidak berarti bahwa betina tersebut tidak mempunyai potensi untuk menghasilkan keturunan yang baik. Semua kenari, baik yang berjenis kelamin jantan ataupun betina, pasti membawa gen yang baik atau buruk. Sebagai contoh, di dalam sebuah sarang dengan 4 anakan akan memiliki kualitas yang berbeda-beda, mungkin hanya satu atau dua ekor anakan tersebut yang bagus kualitas suaranya, dan yang lainnya mungkin memiliki kualitas suara yang cukup atau bahkan jelek.

Jadi, semoga ini bisa dipahami bagi kita semua, Suksma

4 thoughts on “Pentingnya memilih betina berkualitas dalam produksi Kenari

  1. Wayan Purna

    Pak Gede, salut dengan artikel ini, sangat membuka mata tiyang, oh ya, kalo boleh tyang minta tolong info seandainya Pak Gede bersedia melepas beberapa betina berkualitas. Suksma sebelumnya, Semoga makin sukses

    Reply
    1. Gede Budi Post author

      Manajemen pemeliharaan yang kurang maksimal merupakan salah satu penyebab kenari betina terlambat bertelur. Manajemen pemeliharaan meliputi penjemuran, kebersihan sangkar, dan sebagainya. Penjemuran yang cukup dapat mempercepat proses birahi burung kenari. Akan tetapi sebelum proses penjemuran kita perlu penyemprotan atau biarkan burung mandi terlebih dahulu atau dijemur sambil diberi tempat mandi agar burung bisa cepat bereproduksi. Kemudian faktor manajemen pakan yang kurang baik juga dapat memperlambat proses birahi betina. Pakan yang didukung EF terbaik mampu meningkatkan hormon reproduksi sehingga proses reproduksi berjalan dengan cepat. EF yang bisa diberikan antara lain sayuran (Sawi bakso, sawi putih, daun ginseng, gambas atau sering disebut ceme, dan jagung manis), buah-buahan seperti apel perlu diberikan, dan telur puyuh rebus. Faktor genitas sangat berpengaruh sekali terhadap cepat lambatnya proses reproduksi, hal ini dikarenakan gen yang diwariskan oleh kedua orang tuanya. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu dapat kita siasati dengan suatu usaha agar betina kenari cepat bereproduksi. Hormon reproduksi yang dmiliki burung pada sifat ini terlambat bekerja sehingga burung kenari terlambat birahi. Solusi terbaiknya adalah dengan menempelkan pejantan yang bisa berkicau dan mau merayu betina. Hal ini dilakukan dengan rutin agar hormon burung betina cepat bekerja dan cepat bereproduksi.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s