Kenari Postur, Kenari Lokal dan Kenari Lainnya.. Sama Uniknya, Sama Indahnya

Di lomba Kicauan Kenari Indonesia saat ini menuntut adanya keindahan lagu, volume yang keras, panjang napas yang mendukung, gaya yang menawan dan kerajinan bernyanyi.  Dan disamping itu juga menuntut penampilan fisik yang enak dipandang.  Banyak para Kenari Mania yang beranggapan bahwa Penampilan Fisik itu adalah Kenari Yang Posturnya Besar Atau yang F Series atau keturunan Kenari Yorkshire. Tetapi bagi saya Ciri fisik itu adalah pandangan awam dari seseorang yang baru mengenal kenari.cropped-img-20121231-00004.jpg

Ada juga pendapat bahwa tubuh besar kenari bongsor biasanya berpengaruh terhadap mental. Ada juga yang bilang bahwa tubuh kenari sama sekali tidak penting dibandingkan kicauannya.
“Burung itu yang dicari apanya sih? Bentuknya apa kicauannya? Yang kita nikmati kan kicauannya,” ujar seorang pemain kenari dan burung ocehan asal Denpasar.
Postur atau lagu yang dicari? Sebenarnya dalam dunia kenari, soal postur beda urusan dengan kicauan. Ada beberapa kategori kenari seperti kenari postur, kenari warna, kenari lagu (penyanyi) dan kenari hibrid.

Kenari postur dikenal dengan keunggulan posturnya seperti yorkshire dengan tubuh bongsornya, gloster dengan bentuk crest di kepalanya, frill dengan bentuk bulunya yang unik, norwich, lancashire, scotch fancy dan sebagainya. Sementara kenari-kenari dengan keunggulan warna seperti red intensive, yellow intensive atau white dominant memang dipelihara karena keindahan warnanya. Beda lagi dengan kenari lagu yang memang sudah memiliki sifat dasar sebagai penyanyi. Water slager, spanish timbrado, roller dan american singer diburu karena punya karakter suara yang khas. Karena itu pula para peternak kenari hibrid sering menjadikan kenari-kenari lagu sebagai materi untuk mendapatkan anak kenari dengan kualitas kicauan seperti keinginan kicaumania.
Postur vs Lagu
Seperti umumnya pehobi kicauan di Indonesia, banyak penggemar kenari yang lebih menyukai lagunya. Tak peduli bongsor atau kecil, lokal atau berdarah impor, asal kicauannya mantap pasti diburu orang.
Karena itulah produk kenari hibrid selalu diburu oleh penggemar kenari, terutama para pemain dan pemaster. Beberapa penangkar pun menempatkan dirinya sebagai penghasil kenari lagu dengan berbagai persilangan. Misalnya mengawinkan berbagai kenari yang memiliki darah spanish timbrado dan water slager.
Penangkar-penangkar kenari lagu lainnya malah tidak menghiraukan ras kenari yang dihasilkannya. Demi mencetak kenari terbaik, mereka memburu kenari-kenari dengan trah juara untuk diternakkan. Saat burung-burung impor datang setiap akhir tahun, para peternak ini tidak ikut sibuk mengantri. Mereka lebih suka memburu kenari yang punya trah kenari-kenari juara legendaris.

Kenari Besar (Bongsor) Vs Kenari Kecil (Lokal)

Secara logika, memang kenari kecil lawan burung bongsor memang kalah. Mulai volume, mental juga lagu. Jadi wajar bila burung kecil hampir pasti kalah melawan burung besar.

Kondisi makin diperburuk dengan peran juri di lapangan. Sudah menjadi keluhan massal para kicaumania. Sejak sesi kenari dimulai juri “tidak menganggap” burung kecil. “Ketika burung bongsor di dekatnya kurang kerja, harusnya burung kecil yang lebih nampil, dengan variasi lagu yang tidak kalah, bisa unggul dong. Kan cuma kalah volume saja. Jelas lebih rajin kok, tapi tetap saja kalah.”

Begitulah keluhan peserta yang mempunyai jagoan kecil. Beberapa peserta
mengaku tak yakin juri sengaja mengesampingkan burung keci. “Sebenarnya bukan tidak diperhatikan, tapi untuk volume dan kualitas burung, saat ini memang yang bagus burung besar, apalagi burung besar umumnya juga dimaster.”Yorkshire

Melalui proses waktu, hingga kemudian terbentuk pendapat bahwa kenari yang layak menang yang bongsor, warna cerah, dan seterusnya yang seperti disebutkan di bagian awal tulisan ini.

Selanjutnya, burung-burung kecil pun mulai tersingkir di arena lomba. Mereka menjadi minoritas. Harga burung kanari lokal pun kemudian merosot. Begitulah gambaran umumnya.

Hingga kini, pakem penilaian di PBI, Papburi, atau EO lain tak ada faktor ukuran postur besar atau kecil. “Sebenarnya kenari kecil atau apa pun istilahnya tidak kalah kualitas dengan kenari besar.

Tapi, katanya, penggemar sepertinya lebih merasa puas dan mantap, juga lebih enak dilihat, kalau ukurannya lebih gede.

Faktor trend juga ada pengaruhnya. Dari sisi bisnis, yang ukuran kecil sekarang dianggap kurang menggiurkan. Soal pakem penjurian sebenarnya sama, hanya saja kalau irama lagu merasa kurang dihargai, sebabnya karena sekarang kenari kecil adalah minoritas, jadi yang juara pasti yang gede.

Bagaimanapun juga segala perdebatan diatas, dan pengaruhnya terhadap harga kenari lokal sangat disayangkan. Seandainya kita melihat secara jeli, banyak juga kenari lokal yang berprestasi di berbagai event kelas Campuran sekalipun. Dan bagi saya baik itu kenari lokal maupun Kenari Postur tetap memiliki keindahan tersendiri. Tinggal kita memilih dan jangan ragu, Apapun kenari anda, tetap akan menyenangkan melihatnya bernyanyi riang.

 

SUKSMA

6 thoughts on “Kenari Postur, Kenari Lokal dan Kenari Lainnya.. Sama Uniknya, Sama Indahnya

    1. Gede Budi Post author

      Iya om, semua sama-sama punya kelebihan masing-masing, jadi jangan selalu menganggap kenari lokal itu kurang mantap, kurang keras, kurang ini, itu dsb, semua kenari punya karakter unik masing-masing, tinggal kita aja yang berani bilang, “Ini Kenariku, Mana Kenarimu Bro???” he he he..

      Reply
  1. Wayan Prasetya

    Selamat Siang Om, setelah baca-baca di web ini, saya makin dapat pencerahan, Menurut pak budi, jenis kenari apa yang suaranya bagus untuk dilombakan dan mohon bantuannya untuk saya bisa dapet anakannya dari Kenari Bali, Suksma

    Reply
    1. Gede Budi Post author

      Semua tergantung selera masing-masing, dan saya punya beberapa kenari yang galur murni maupun silangan dengan karakter suara yang berbeda-beda, jika memang ada minat atau sekedar ingin dengar suaranya, Silakan untuk mampir ke Kenari Bali, Suksma…

      Reply
  2. Dek Sandi Kenari Mania Buleleng

    Pak De Budi, F1nya mantaaap abis pak, nunggu indennya lama sekali, tiyang sampai nunggu 2 bulan, tapi kesabaran ternyata berbuah manis, Sudah mulai terbentuk suara panjangnya. Kalo tidak ada halangan Tiyang mau pesan F2 ke pak de. Minta tolong disiapkan ya, Suksma…

    Reply
    1. Gede Budi Post author

      Dipersilakan pak Dek Sandi, Silakan berkunjung sambil sekedar ngopi di Kenari Bali, Akan lebih baik sabtu, minggu dan hari Libur Lainnya…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s