Penyebab burung kenari membisu, serta tindak pencegahan dan pengobatannya

Tidak selamanya burung dalam kondisi sehat. Meski tidak diharapkan terjadi, terkadang ada saja gangguan kesehatan yang dialami burung, termasuk pada kenari kesayangan Anda. Salah satu kondisi yang sering atau lazim terjadi pada kenari adalah suaranya tiba-tiba menghilang. Ini bisa terjadi pada kenari yang sudah rajin berbunyi (gacor) maupun kenari yang sedang belajar berbunyi. Masalah ini sering ditanyakan sobat kicaumania, khususnya penggemar kenari yang kebetulan mengalami kasus tersebut.Yorkshire

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pengetahuan mengenai asal mula penyebabnya, agar jangan terulang kasus di mana  kenari yang sudah menggelembungkan tenggorokannya tetapi tidak keluar kicauannya, kemudian diobati dengan cara tenggorokannya dicolok dengan batang jerami atau rumput.

Kasus ini pernah menimpa seorang kicaumania (tidak perlu disebutkan namanya  🙂 ). Apa yang terjadi? Beberapa menit kemudian, kenari tersebut benar-benar kehilangan semuanya: Suara dan nyawanya !!!

Sobat kicaumania ini beralasan, cara itulah yang dilakukan orang tua-orang tua dahulu waktu mengobati burung perkututnya yang kehilangan suara.

Nah, untuk menghindari kasus serupa, mari kita telisik beberapa akar persoalan mengapa kenari yang sudah menggelembungkan tenggorokannya, tetapi tidak keluar suaranya. Berdasarkan pengalaman selama ini, ada beberapa faktor pemicu hal tersebut, yaitu :

  • Kenari tidak pernah dikerodong pada malam hari, sehingga mengalami kondisi yang pada manusia disebut “masuk angin”. Ada banyak angin malam yang masuk ke pori-pori kulitnya, termasuk di bagian tenggorokan, sehingga mempengaruhi kotak suara yang disebut larynx. Kotak suara ini terdiri atas tulang rawan, tempat di mana pita-pita suara burung menempel.
  • Kenari terkena infeksi di bagian tenggorokannya, terutama akibat infeksi tungau kantung ( air sac mites ).
  • Kenari terkena penyakit gondok atau gangguan tenggorokan lainnya.
  • Kenari terkena penyakit psitaccosis yang menyebabkan suaranya menjadi serak atau hilang. Gejala burung yang menderita penyakit ini antara lain mencret, lemah, bulu kusut, tidak mau makan, serta mata atau hidungnya berair. Jadi, jika muncul gejala seperti ini, maka kemungkinan besar faktor pemicu kenari kehilangan suaranya akibat penyakit ini.

Karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, harus dicermati dulu apa penyebabnya. Setelah itu baru diberikan pertolongan untuk mengatasinya.

Berikut ini tindak pencegahan agar burung kenari tidak mengalami gangguan kehilangan suara :

  • Membiasakan untuk  selalu mengkerodong burung kenari pada malam hari.
  • Menjauhkan kenari dari lubang tempat keluar-masuk udara / angin, misalnya ventilasi udara atau saluran udara, AC, dan kipas angin.
  • Teratur memberikan vitamin dan antibiotik untuk mencegah kenari terkena serangan penyakit, termasuk suara yang tiba-tiba hilang. Vitamin ini sendiri beragam dan banyak di pasaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s