Kenari Bali

Peternak Burung Kenari di Singaraja


Leave a comment

KENARI SERAK bahkan Membisu

Serak pada kenari sebenarnya telah saya bahas pada beberapa postingan sebelumnya, tetapi karena permintaan beberapa sahabat kenari bali, akan saya utarakan beberapa penyebab, penanganan dan pencegahannya.

Kenari serak pada beberapa kasus misalnya:images (11)

  1. Kenari yang nafasnya berbunyi pelan grok-grok, ini biasanya baru terdeteksi setelah ada gejala kenari mulai agak pendiam (terutama jantan) kurang begitu gacor padahal sebelumnya sangat gacor, Biasanya akan lebih terdengar saat kita dekatkan dan dengarkan nafasnya ke telinga.
  2. Kenari berbunyi ngik-ngik keras sekali dan kesulitan bernafas, badan menjadi kurus dan kurang nafsu makan. Secara fisik kenari terlihat sangat lemah dan loyo. kenari secara total tidak mau berbunyi bagi jantan.
  3. Kenari seperti tersedak, dan batuk batuk, sambil mengeluarkan lendir dari hidungnya. Kondisi kenari tidak stabil, sudah malas makan, dan biasanya hanya diam di sudut tangkringan (ini sudah sangat parah).

Mari kita bahas penyebabnya;

  1. Karena kebiasaan jemur lama di terik matahari, maka tenggorokan kenari akan kering dan dehidrasi, disinilah yang bisa jadi penyebab awal Kenari bisa serak. Dengan menjemur berlebihan, maka pita suara pada kenari akan mengering, ketika kita teduhkan dan diberi minum, kenari akan minum, akan tetapi akan ada luka atau peradangan pada tenggorokannya. hal ini membuat suara kenari akan jadi serak dan kurang maksimal berbunyi. Radang ini pada dasarnya hanya pemicu, jika kebersihan kandang dan pakan, serta air minum kurang, maka bakteri dan kutu akan menumpang pada luka di tenggorokan kenari. Dan ini akan menjadi berbahaya.
  2. nfeksi pada saluran pernafasan burung, terutama trakhea dan bronkus. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi tungau kantung udara (air sac mites); burung selalu terpapar asap terutama rokok, pembakaran sampah, masakan, dan asap kendaraan; serta sangkar dan lingkungan sekitarnya yang kotor / tak terawat.
  3. Kenari tidak pernah dikerodong pada malam hari, sehingga mengalami kondisi yang pada manusia disebut “masuk angin”. Ada banyak angin malam yang masuk ke pori-pori kulitnya, termasuk di bagian tenggorokan, sehingga mempengaruhi kotak suara yang disebut larynx. Kotak suara ini terdiri atas tulang rawan, tempat di mana pita-pita suara burung menempel.
  4. Kenari terkena infeksi di bagian tenggorokannya, terutama akibat infeksi tungau kantung udara( air sac mites ). Tungau kantung udara (KU), atau dalam bahasa veterinari disebut air mite sac, adalah penyebab umum yang mengakibatkan burung menjadi sulit bernafas. Parasit ini sering menyerang burung kenari, finch, dan beberapa jenis burung lainnya. Bisa dibayangkan bagaimana ketika seorang penyanyi susah bernafas. Jangankan untuk bernyanyi, untuk bersuara pun megap-megap. Nah, seperti itu pula burung berkicau ketika terserang kutu yang sulit dilihat dengan mata telanjang tersebut.Tungau KU memiliki nama ilmiah Sternostoma tracheacolum. Ia menghabiskan sebagian besar siklus hidupnya dalam tubuh burung. Siklus hidupnya dari telur hingga dewasa hanya memakan waktu 6 hari.Dalam siklus hidupnya yang pendek, tungau KU sering kelayapan naik-turun dalam sistem pernafasan burung. Meski umurnya pendek, ia begitu mudah berkembang biak ketika kita tidak melakukan upaya pemberantasan.Air mite sac juga memiliki sifat sangat menular, terutama ketika burung terlihat saling meloloh, baik ketika bercumbu dengan pasangannya, atau indukan yang sedang memberi makan anaknya. Kandang yang kotor juga menjadi sumber infeksi dari penyebaran tungau ini. Gejala infeksi yang diakibatkan tungau KU sangat bervariasi, tergantung dari jenis burung dan tingkat infeksinya. Gejala umum yang terlihat antara lain suara parau, bahkan kehilangan suara, disertai ekor yang terlihat sering naik-turun.  Parasit ini memang lebih sering menyerang pada burung pemakan biji-bijian seperti kenari dan finch Tetapi ketika terjadi interaksi antara burung yang terserang dan burung sehat, meskipun bukan burung sejenis, maka penularan penyakit pun mudah terjadi.
  5. Kenari terkena penyakit psitaccosis yang menyebabkan suaranya menjadi serak atau hilang. Gejala burung yang menderita penyakit ini antara lain mencret, lemah, bulu jadi kusut, tidak mau makan, serta mata atau hidungnya berair. Jadi, jika muncul gejala seperti ini, maka kemungkinan besar faktor pemicu kenari kehilangan suaranya akibat penyakit ini.

Untuk obat-obatan, silakan dipilih yang ada di pasaran, baik itu anti biotik dsb di pasaran,

  • Apakah kenari bisa sembuh dari serak?  memang perlu proses yang lama, tetapi pasti bisa sembuh. Terkadang sembuh ini juga membawa dampak, misalnya YSL saya saat umur 5 bulan ketika sedang ngeriwik-ngeriwiknya tiba-tiba terserang serak, setelah di berikan pengobatan secara tuntas, dan dipastikan sembuh, ternyata ada efeknya. Suara Kenari saya jadi aneh he he he… Krrrr krrrr Krrrr… Setelah dewasa, Suaranya tidak normal lagi.

Lebih baik mencegah daripada mengobati, berikut tips sederhana yang bisa dilakukan agar kenari yang kita miliki jangan sampai terserang Serak.

  • Berikan terapi pucuk daun mengkudu muda, sebagai ganti buah dan sayurannya selama dalam masa perawatan.
  • Mengganti air minum dengan air larutan selama masa perawatan. Untuk kenari, sebaiknya jangan menggunakan air minum yang masih mentah, termasuk air ledeng / PDAM. Lebih disarankan menggunakan air matang atau air kemasan.
  • encegahan agar burung terbebas dari tungau kantung udara adalah menjaga kebersihan kandang / sangkar burung
  • Membiasakan untuk  selalu mengkerodong burung kenari pada malam hari.
  • Menjauhkan kenari dari lubang tempat keluar-masuk udara / angin, misalnya ventilasi udara atau saluran udara, AC, dan kipas angin.
  • Hindari menjemur kenari secara berlebihan, cukup 10-20 menit di matahari pagi sebelum jam 8, itu sudah menjamin kebutuhan kenari akan sinar matahari.

SUKSMA

 

 

Advertisements


Leave a comment

Penyebab burung kenari membisu, serta tindak pencegahan dan pengobatannya

Tidak selamanya burung dalam kondisi sehat. Meski tidak diharapkan terjadi, terkadang ada saja gangguan kesehatan yang dialami burung, termasuk pada kenari kesayangan Anda. Salah satu kondisi yang sering atau lazim terjadi pada kenari adalah suaranya tiba-tiba menghilang. Ini bisa terjadi pada kenari yang sudah rajin berbunyi (gacor) maupun kenari yang sedang belajar berbunyi. Masalah ini sering ditanyakan sobat kicaumania, khususnya penggemar kenari yang kebetulan mengalami kasus tersebut.Yorkshire

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pengetahuan mengenai asal mula penyebabnya, agar jangan terulang kasus di mana  kenari yang sudah menggelembungkan tenggorokannya tetapi tidak keluar kicauannya, kemudian diobati dengan cara tenggorokannya dicolok dengan batang jerami atau rumput.

Kasus ini pernah menimpa seorang kicaumania (tidak perlu disebutkan namanya  🙂 ). Apa yang terjadi? Beberapa menit kemudian, kenari tersebut benar-benar kehilangan semuanya: Suara dan nyawanya !!!

Sobat kicaumania ini beralasan, cara itulah yang dilakukan orang tua-orang tua dahulu waktu mengobati burung perkututnya yang kehilangan suara.

Nah, untuk menghindari kasus serupa, mari kita telisik beberapa akar persoalan mengapa kenari yang sudah menggelembungkan tenggorokannya, tetapi tidak keluar suaranya. Berdasarkan pengalaman selama ini, ada beberapa faktor pemicu hal tersebut, yaitu :

  • Kenari tidak pernah dikerodong pada malam hari, sehingga mengalami kondisi yang pada manusia disebut “masuk angin”. Ada banyak angin malam yang masuk ke pori-pori kulitnya, termasuk di bagian tenggorokan, sehingga mempengaruhi kotak suara yang disebut larynx. Kotak suara ini terdiri atas tulang rawan, tempat di mana pita-pita suara burung menempel.
  • Kenari terkena infeksi di bagian tenggorokannya, terutama akibat infeksi tungau kantung ( air sac mites ).
  • Kenari terkena penyakit gondok atau gangguan tenggorokan lainnya.
  • Kenari terkena penyakit psitaccosis yang menyebabkan suaranya menjadi serak atau hilang. Gejala burung yang menderita penyakit ini antara lain mencret, lemah, bulu kusut, tidak mau makan, serta mata atau hidungnya berair. Jadi, jika muncul gejala seperti ini, maka kemungkinan besar faktor pemicu kenari kehilangan suaranya akibat penyakit ini.

Karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, harus dicermati dulu apa penyebabnya. Setelah itu baru diberikan pertolongan untuk mengatasinya.

Berikut ini tindak pencegahan agar burung kenari tidak mengalami gangguan kehilangan suara :

  • Membiasakan untuk  selalu mengkerodong burung kenari pada malam hari.
  • Menjauhkan kenari dari lubang tempat keluar-masuk udara / angin, misalnya ventilasi udara atau saluran udara, AC, dan kipas angin.
  • Teratur memberikan vitamin dan antibiotik untuk mencegah kenari terkena serangan penyakit, termasuk suara yang tiba-tiba hilang. Vitamin ini sendiri beragam dan banyak di pasaran.


1 Comment

Induk Betina sedang Produksi Sering Mengalami Kebotakan

Dalam beberapa kasus, kita sering menjumpai induk kenari betina yang mengalami kebotakan terutama di bagian leher dan kepalanya. Kasus ini juga kerap terjadi pada jenis burung finch lainnya. Hal ini biasanya terjadi ketika induk betina sedang dalam masa reproduksi atau masa berkembang biak. Apakah kebotakan seperti itu bisa diobati dan teratasi? Jika kebotakan dialami induk betina kenari (juga finch) selama masa reproduksi, kemungkinan besar hal itu disebabkan sang induk mengalami defisiensi yodium (I). Seperti diketahui, yodium merupakan salah satu jenis mineral yang memegang peranan penting terhadap fungsi kelenjar tiroid. Burung yang mengalami defisiensi yodium akan mengalami beberapa permasalahan serius, misalnya kesulitan molting seperti mabung yang tidak tuntas, nyulam, bahkan bulu tidak mau tumbuh lagi usai ambrol (tahapan sebelum mabung). Bukan hanya itu! Ketika fungsi kelenjar tiroid tidak normal akibat kekurangan yodium, maka hal ini bisa memicu terjadinya masalah pernafasan, bahkan infertilitas pada induk kenari betina. Infertilitas akan menyebabkan induk betina tidak mampu menghasilkan telur fertil (subur). Sebagian penangkar, juga pemelihara kenari, acapkali tidak memperhatikan kandungan yodium dalam pakanyang diberikannya kepada burung. Sama seperti kalsium, mineral ini dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Kalau kelebihan akan dibuang melalui feces (kotoran). Tetapi jika sampai kekurangan akan menimbulkan beberapa gangguan seperti dijelaskan di atas, termasuk botak di kepala dan lehernya. Meski jumlah yang dibutuhkan sangat sedikit, belum tentu hal ini terpenuhi oleh makanan yang biasa diberikan kepada kenari, termasuk pakan jadi sekalipun. Karena itu, sangat penting untuk memastikan kecukupan yodium dalam pakan kenari. Pada induk betina yang mengalami kebotakan, kemudian diterapi dengan meningkatkan kadar yodium dalam pakannya, biasanya sekitar 2-3 minggu sudah terjadi perubahan dengan adanya tunas-tunas bulu (jarum) yang bermunculan. Terdapat beberapa cara untuk meningkatkan kadar yodium dalam pakan kenari, yaitu :

  1. Menambahkan parutan tulang ikan sotong ke dalam makanan atau sayuran hijau yang biasa diberikan kepada burung. Jika tidak ada tulang ikan sotong, bisa juga menggunakan kulit atau kerabang tiram

Faktor kebotakan selain defisiensi yodium Jika setelah 3 minggu menggunakan kedua cara di atas (terutama cara kedua), dan bulu jarum masih belum tumbuh, bisa dipastikan kebotakan bukan disebabkan induk betina mengalami defisiensi yodium. Ada beberapa faktor penyebab kebotakan selain defisiensi yodium, yaitu :

  • Kekurangan nutrisi, terutama protein.
  • Usia kenari sudah tua. Beberapa kenari betina berusia tua sering mengalami kebotakan pada sekitar leher dan kepalanya.
  • Terlalu produktif. Kebotakan juga kerap dialami induk kenari betina yang over produksi. Misalnya dalam setahun bisa 4 kali produksi. Tetapi itu hanya terjadi jika tidak diimbangi dengan nutrisi yang sepadan. Burung produktif yang nutrisinya terjaga jarang mengalami kebotakan.
  • Infeksi bakteri, atau gangguan kutu, tungau, jamur dan parasit lainnya bisa menyebabkan beberapa bulu berjatuhan. Jika tidak segera diatasi akan terjadi kebotakan yang merata, dan jika sudah kronis bisa menjadi botak permanen.

Bagaimana pun, penangkaran tidak mungkin dilakukan jika induk betina mengalami kebotakan, terlebih jika penyebabnya defisiensi yodium. Ketika burung dipaksa untuk terus berproduksi, dalam kondisi tubuh yang kekurangan yodium, maka lambat-laun akan berimbas ke saluran pernafasannya. Semoga bermanfaat untuk kita semua Suksma


11 Comments

Kenari Serak, Tidak Mau Bunyi, Penyebab dan Cara Mengatasinya…

dak selamanya burung dalam kondisi sehat. Meski tidak diharapkan terjadi, terkadang ada saja gangguan kesehatan yang dialami burung, termasuk pada Kenari kesayangan Anda. Salah satu kondisi yang sering atau lazim terjadi pada kenari adalah suaranya tiba-tiba menghilang. Ini bisa terjadi pada kenari yang sudah rajin berbunyi (gacor) maupun kenari yang sedang belajar berbunyi. Masalah ini sering ditanyakan sobat kicaumania, khususnya penggemar kenari yang kebetulan mengalami kasus tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pengetahuan mengenai asal mula penyebabnya, agar jangan terulang kasus di mana kenari yang sudah menggelembungkan tenggorokannya tetapi tidak keluar kicauannya, kemudian diobati dengan cara tenggorokannya dicolok dengan batang jerami atau rumput.

Kasus ini pernah menimpa seorang kicaumania (tidak perlu disebutkan namanya  🙂 ). Apa yang terjadi? Beberapa menit kemudian, kenari tersebut benar-benar kehilangan semuanya: Suara dan nyawanya !!!

Sobat  ini beralasan, cara itulah yang dilakukan orang tua-orang tua dahulu waktu mengobati burung perkututnya yang kehilangan suara.

Nah, untuk menghindari kasus serupa, mari kita telisik beberapa akar persoalan mengapa kenari yang sudah menggelembungkan tenggorokannya, tetapi tidak keluar suaranya. Berdasarkan pengalaman selama ini, ada beberapa faktor pemicu hal tersebut, yaitu :

  • Kenari tidak pernah dikerodong pada malam hari, sehingga mengalami kondisi yang pada manusia disebut “masuk angin”. Ada banyak angin malam yang masuk ke pori-pori kulitnya, termasuk di bagian tenggorokan, sehingga mempengaruhi kotak suara yang disebut larynx. Kotak suara ini terdiri atas tulang rawan, tempat di mana pita-pita suara burung menempel.
  • Kenari terkena infeksi di bagian tenggorokannya, terutama akibat infeksi tungau ( air sac mites ).
  • Kenari terkena penyakit gondok atau gangguan tenggorokan lainnya.
  • Kenari terkena penyakit psittacosis yang menyebabkan suaranya menjadi serak atau hilang. Gejala burung yang menderita penyakit ini antara lain mencret, lemah, bulu kusut, tidak mau makan, serta mata atau hidungnya berair. Jadi, jika muncul gejala seperti ini, maka kemungkinan besar faktor pemicu kenari kehilangan suaranya akibat penyakit ini.

Karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, harus dicermati dulu apa penyebabnya. Setelah itu baru diberikan pertolongan untuk mengatasinya.

Berikut ini tindak pencegahan agar burung kenari tidak mengalami gangguan kehilangan suara :

  • Membiasakan untuk  selalu mengkerodong burung kenari pada malam hari.
  • Menjauhkan kenari dari lubang tempat keluar-masuk udara / angin, misalnya ventilasi udara atau saluran udara, AC, dan kipas angin.
  • Teratur memberikan vitamin dan antibiotik untuk mencegah kenari terkena serangan penyakit, termasuk suara yang tiba-tiba hilang. Vitamin ini sendiri beragam dan banyak di pasaran. Namun tidak banyak multivitamin lengkap untuk burung, yang sekaligus mengandung antibiotik.
  • Bagaimana jika kenari sudah kehilangan suaranya? Berikut ini tindak pengobatan yang aman :
  • Berikan terapi pucuk daun mengkudu muda, sebagai ganti buah dan sayurannya selama dalam masa perawatan.
  • Mengganti air minum dengan air larutan selama masa perawatan. Untuk kenari, sebaiknya jangan menggunakan air minum yang masih mentah, termasuk air ledeng / PDAM. Lebih disarankan menggunakan air matang atau air kemasan.

 

Semoga bermanfaat, Suksma…


Leave a comment

Berak Kapur pada Kenari

Meskipun berak kapur pada burung mungkin dikarenakan oleh beberapa sebab, tetapi penyakit salmonellosis mempunyai gejala khas, yaitu tinjanya berwarna putih dan sisanya banyak menempel di sekitar kloaka burung. Untuk burung-burung yang dipelihara secara koloni, gejala penyakit ini yang dapat diamati adalah burung suka bergerombol di tempat yang hangat, tidak mau makan, dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), kelihatan mengantuk dan beraknya berwarna putih seperti kapur.

Sementara untuk burung yang berada dalam sangkar sendirian, juga menunjukkan tanda-tanda serupa, yakni buruug berusaha mencari tempat di pojok tidak mau makan, dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), kelihatan mengantuk dan beraknya berwarna putih seperti kapur.

Salmonellosis yang disebabkan oleh bakteri dapat menyerang burung atau satwa lainnya dengan angka kematian cukup tinggi dan merupakan penyakit zoonosis (menular kepada manusia). Burung yang telah dewasa lebih dapat bertahan, tetapi dapat menjadi pembawa (life carrier) salmonellosis tersebut. Pada burung di penangkaran dapat menyebabkan penurunan produksi telur.

Dua spesies

Menurut Drh Dharmojono dalam buku Aneka Permasalahan Burung dan Ayam Hias, dikenal dua spesies salmonellosis yang utama, yaitu Salmonella pullorum dan Salmonella gallinarum. Kedua spesies ini mirip sekali, bahkan beberapa ahli menganggapnya sama.

Salmonellosis adalah penyakit menular baik secara langsung maupun tidak langsung. Induk burung penderita atau pembawa salmonellosis menghasilkan telur yang mengandung kuman salmonella. Apabila telur tersebut menetas anaknya pun akan membawa salmonella. Itulah sebabnya penangkaran burung perlu selalu melakukan tes salmonella.

Apabila hasil tes positif, penangkat dilarang menyebarkan atau menjual anak burung hasil produksinya. Dalam kasus asyam, telur yang dicurigai berasal dari induk carrier salmonellosis jangan dimakan setengah matang, apalagi mentah, melainkan harus dimasak dahulu sampai benar-benar matang (hard boiled eggs).

Pencegahan terhadap timbulnya penyakit berak kapur dapat dilakukan dengan menjaga

 

kebersihan sangkar, makanan, dan minuman. Setiap han sangkar dibersihkan dan segala kotoran, termasuk kotoran burung kenari itu sendiri. Gunakan desinfektan atau bioseptik untuk mencuci sangkar. Setiap dua hari sekali, tempat pakan dan tempat minum dibersihkan. Sisa-sisa makanan dibersihkan dibuang agar tidak berjamur dan diganti dengan makanan yang baru. Demikian juga, air minum harus selalu diganti dengan air baru yang sudah direbus (matang), bersih, dan sehat (tidak mengandung bahan-bahan beracun yang berbahaya).

 
Jika burung sudah terinfeksi penyakit berak kapur, burung tersebut harus segera dipisahkan dari burung-burung yang lain agar tidak menular. Burung yang sudah terinfeksi penyakit berak kapur diberi obat antibiotik secara intensif sesuai dengan petunjuk yang ada. Penggunaan obat antibiotik tidak boleh sembarangan, sebab jika kita tidak tahu secara pasti justru berakibat fatal.


Leave a comment

Penyakit Pernafasan pada Burung Kenari

GANGGUAN PERNAPASAN
Penyakit gangguan pernapasan sering menyerang burung kenari, baik jantan maupun betina. Penyebab penyakit pernapasan adalah adanya infeksi sekunder pada saluran pernapasan oleh E. coli dan virus sejenis Mycoplasma gallisepticcum yang lebih terkenal dengan nama CRD (Chronic Respiratory Desease). Jika sudah kronis, penyakit ini sangat sukar disembuhkan dan biasanya lama kelamaan burung kenari yang terinfeksi penyakit ini akan mati. Penyakit pernapasan bersifat menular. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui kontak langsung antara kenari yang terinfeksi dari kenari yang sehat. Misalnya, indukan yang terinfeksi penyakit dan menyuapi anaknya, maka anak-anak burung yang disuapi akan tertular oleh penyakit tersebut. Penularan penyakit pernapasan juga dapat terjadi melalui keturunan. Anakan kenari yang berasal dan indukan yang sudah terkena penyakit akan mewarisi penyakit yang dimiliki oleh induknya tersebut. Penularan penyakit pernapasan dapat juga terjadi melalui makanan, minuman, lingkungan kandang yang kurang bersih, dan makanan/minuman yang tercemar kotoran burung yang terinfeksi penyakit.

 

Gejala-gejala penyakit pernapasan yang tampak adalah burung sering bersin-bersin, pada malam hari yang cuacanya dingin pernapasannya ngorok, hidung lembab/basah berlendir, dan aktivitas atau gerak burung menurun.
Tindakan preventif dan kuratif untuk mengatasi penyakit pernapasan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. :
  • Burung kenari yang terinfeksi penyakit pernapasan segera diisolasi di kandang tersendiri dan diobati agar tidak menular kepada burung-burung kenari yang lain.
  • Sangkar, tempat makan, dan tempat minum selalu dikontrol dan semua kotoran yang terdapat di dalam sangkar ataupun di dalam wadah makanan/minuman selalu dibersihkan.
  • Makanan yang akan diberikan dicuci bersih dan dikeringkan untuk menghilangkan kemungkinan adanya residu pestisida pertanian yang membahayakan kesehatan burung.
  • Minuman yang kotor segera diganti dengan air yang bersih, segar, sehat, dan tidak mengandung bahan-bahan beracun yang membahayakan kesehatan burung. Air untuk minum direbus terlebih dahulu hingga mendidih untuk membunuh semua jenis bibit penyakit yang terdapat di dalamnya.

Pada prinsipnya mencegah tetap lebih baik daripada mengobati…


Leave a comment

Penyakit Kenari bernama SNOT

Pada musim seperti sekarang ini berbagai penyakit mengancam burung kenari, kalau kita tidak hati-hati menjaga kebersihan dan stamina kenari bisa berakibat patal. Salah satu penyakit yang mengancam burung kenari adalah penyakit snot…  Snot atau Coryza ini di sebabkan oleh bakteri yang bernama  Haemophillus gallinarum  . Bakteri ini tumbuh subur pada saat perubahan musim dan kebanyakan penyakit snot ini terjadi di daerah tropis.

Sebetulnya masalah penyakit snot di burung kenari ini masih abu-abu ada yang bilang penyakit snot burung kenari beda dengan penyakit snot pada ayam dan ada yang bilang penyakit snot burung kenari sama dengan penyakit snot ayam. Saya tidak mau terlibat silang pendapat yang paling utama yaitu penyakit  Snot sangat berbahaya bagi burung kenari, jika terserang snot burung kenari susah disembuhkan kembali.. Penyembuhannnya lama dan membutuhkan ketelatenan si peternak.

Ciri-ciri terkena penyakit snot :

–       Burung kenari terlihat lesu (ngantuk)

–       Mata berair

–       Sering menggesek-gesekan paruh ke tangkringan

–       Muka dan mata terlihat bengkak

–       Burung kenari tidak napsu makan akibatnya lama kelamaan menjadi kurus

Pengobatan

Ketika burung kenari terjangkiti penyakit snot, tindakan yang paling utama adalah memisahkan kenari tersebut dari burung kenari lainnya… perlu diketahui penyakit snot ini cepat menjalar ke burung kenari lainnya. Penyebaran penyakit ini dapat melalui kontak langsung, udara, debu, pakan, air minum dan peralatan yang digunakan. Pemberian obat anti biotik secara teratur 3X sehari. Pemberian multivitamin untuk menjaga stmina burung kenari dan meningkatkan napsu makan. Terakhir menjaga kebersihan kandang. Tangkringan, tempat minum dan tempat makan merupakan media perantara terjangkitnya penyakit snot, ke tiga perangkat tersebut harus dibersihkan minimal 2 hari sekali.Alas kotoran menggunakan kertas bekas/Koran bekas 2 hari sekali kertas alas diganti.